Industri Makanan dan Minuman Menjadi Sektor Andalan di 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilu Dongkrak Industri Makanan dan Minuman

    Pemilu Dongkrak Industri Makanan dan Minuman

    TEMPO.CO, Jakarta -Industri Makanan dan Minuman menjadi subsektor prioritas pada 2018. Subsektor tersebut diharapkan menjadi pendorong untuk tercapainya target pertumbuhan industri non-migas tahun 2018, yakni 5,67 persen. Sektor ini juga meningkatkan realisasi investasi.

    "Sektor industri makanan dan minuman indonesia berkontribusi 34% terhadap industri indonesia," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada Kamis, 8 Februari 2018. Kontribusi 34 persen tersebut ialah terhadap produk domestik bruto (PDB) industri non-minyak dan gas pada tahun 2017.

    Baca: Indomie Mi Goreng Jadi Menu Halal di Restoran di Italia 

    Industri makanan dan minuman juga memiliki pertumbuhan tertinggi di tahun 2017, yakni 9,23 persen. Angka tersebut kemudian disusul oleh pertumbuhan subsektor industri logam dasar, yakni 5,87 persen.

    Selain industri makanan dan minuman, subsektor yang akan menjadi andalan di tahun 2018 ialah industri elektronik, serta kimia dan farmasi.

    Dengan terus berkembangnya teknologi, dan banyaknya industri yang tutup akibat terkena dampak perkembangannya, Airlangga yakin bahwa industri makanan dan minuman akan tetap menjadi industri yang terus dibutuhkan pasar. "Kita tetap butuh makanan yang masuk ke perut. Kita gak bisa virtual eating," katanya.

    Kementerian Perindustrian juga akan terus mendorong pelaku industri Makanan dan Minuman nasional agar memanfaatkan potensi pasar dalam negeri.

    Strategi lain yang akan diambil oleh Kementerian Perindustrian selama 2018 ialah meningkatkan pasokan, meningkatkan investasi, mengembangkan sumber daya manusia, insentif fiskal, mengembangkan infrastruktur digital, mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM), pengembangan zona industri, pembangunan berkelanjutan, serta kebijakan industri.

    FADIYAH, MWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.