Di Singapore Airshow 2018, Citilink Raih Predikat Maskapai Hemat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 20_ekbis_citilink

    20_ekbis_citilink

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Citilink Indonesia meraih predikat maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) bintang 4 dari Skytrax. Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan penghargaan ini merupakan pengakuan internasional dan menjadi modal dasar untuk melakukan ekspansi bisnis ke regional.

    "Ini menjadi fakta, meskipun Citilink Indonesia adalah maskapai berbiaya murah, namun dengan kualitas yang terbaik di kelasnya," ujar Juliandra dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 8 Februari 2018.

    Simak: Citilink Siap Buka Rute Penerbangan Jakarta-Dili

    Juliandra mengatakan Citilink merupakan maskapai berbiaya hemat pertama yang mendapatkan pengakuan layanan bintang empat di Asia. Selain itu, kata dia, pengakuan sebagai yang ketiga di dunia ini dapat disejajarkan dengan maskapai dunia lain. "Dua maskapai asal Eropa yang dikenal dengan tingkat keamanannya yang tinggi yaitu Norwegian Air dari Norwegia dan EasyJet dari Inggris," katanya.

    Menurut Juliandra dalam perjalanannya Citilink Indonesia merupakan maskapai berbiaya hemat yang selalu menawarkan pengalaman unik bagi penumpang. Salah satunya dengan penerapan sistem implementasi teknologi informasi yang memudahkan pemilihan beragam fitur dalam penerbangan. "Pencapaian ini juga merupakan perjalanan panjang yang dapat terwujud karena pelayanan Citilink Indonesia yang selalu mengutamakan Indonesian hospitality sebagai pengalaman unik," ucapnya.

    Selain itu, kata Juliandra, Citilink Indonesia juga selalu melakukan inovasi bisnis dengan menawarkan sesuatu yang berbeda dari maskapai lainnya. Seperti, dengan menawarkan menu-menu khas Indonesia sehingga dapat merasakan pengalaman yang unik di setiap perjalanan udara. "Citilink Indonesia akan terus memberikan pelayanan-pelayanan terbaik untuk mempertahankan rating bintang empat Skytrax ini," tuturnya.

    Selain Citilink Indonesia, Garuda Indonesia juga menerima penghargaan Skytrax. Penghargaan itu dalam hal tujuh kali berturut-turut sebagai maskapai full service bintang lima.

    Tercatat selama tahun 2017, Citilink Indonesia telah menambah lima rute penerbangan domestik maupun internasional. Antara lain seperti Jayapura, Kendari, Gorontalo, Ambon dan Silangit, serta Dili dan Timor Leste.

    Pertumbuhan penumpang Citilink Indonesia juga tercatat mengalami peningkatan siginifikan dalam lima tahun terakhir. Tahun 2012 tercatat sebanyak 2,8 juta penumpang, kemudian melonjak menjadi 5,3 juta penumpang di tahun 2013.

    Tahun 2014 penumpang Citilink Indonesia mencapai 8,2 juta penumpang, dan tahun 2015 sebanyak 9,5 juta penumpang. Pada tahun 2017 lalu penumpang Citilink Indonesia mencapai 12,6 juta penumpang dibanding tahun 2016 sebanyak 11, 8 juta penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.