Sambut Imlek 2018, Citilink Tambah 15 Ribu Kursi Penerbangan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bandara melambaikan tangan kepada Pesawat Citilink saat melakukan tinggal landas dalam penerbangan perdana, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (10/1). TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas bandara melambaikan tangan kepada Pesawat Citilink saat melakukan tinggal landas dalam penerbangan perdana, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (10/1). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai berbiaya hemat atau low-cost carrier (LCC) Citilink Indonesia menyiapkan 15.480 kursi penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur perayaan Imlek.

    "Selama periode libur Imlek dan akhir pekan panjang pada 11-24 Februari 2018, kami akan menyiapkan 15.480 kursi tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan terbang penumpang yang akan merayakan Imlek atau berlibur," kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

    Dia mengatakan penambahan penerbangan (extra flight) difokuskan pada tiga destinasi utama yang selalu ramai pada libur Imlek, yakni Tanjung Pandan, Pangkal Pinang, dan Pontianak.

    Baca juga: Citilink Terbangkan 12,46 Juta Penumpang Sepanjang 2017

    "Penerbangan di ketiga rute tersebut masing-masing mendapatkan penambahan satu frekuensi menjadi dua kali sehari," kata Benny.

    Mengenai penerbangan ke destinasi padat lainnya, seperti Denpasar, Surabaya, dan Medan, selama akhir pekan panjang, Citilink Indonesia tidak memberlakukan penambahan frekuensi penerbangan karena masih dapat menampung permintaan pasar.

    Memasuki masa liburan Imlek 2018, peningkatan pemesanan terlihat sejak penjualan tiket penerbangan ekstra diberlakukan pada awal pekan ini.

    Benny menyebutkan rata-rata okupansi penerbangan Citilink tujuan Tanjung Pandan, Pangkal Pinang, dan Pontianak mencapai 70 persen. Diperkirakan pada masa liburan Imlek mendatang angka tersebut akan melonjak hingga 95-100 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.