Jones Lang LaSalle: Pertumbuhan Ekonomi Pendorong Utama Properti

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelemahan Ekonomi Pukul Bisnis Properti

    Pelemahan Ekonomi Pukul Bisnis Properti

    TEMPO.CO, Jakarta - Head of Advisory Jones Lang LaSalle, Vivin Harsanto, menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan faktor yang sangat penting untuk mendorong sektor properti yang belakangan ini stagnan. "Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu faktor yang amat mempengaruhi bisnis properti," katanya, seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

    Menurut Vivin, pertumbuhan ekonomi tersebut secara tak langsung berimbas terhadap tingkat permintaan pasar perkantoran seperti di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan didukung pembangunan infrastruktur dan perbaikan peringkat kemudahan berinvestasi, maka pengembang bisnis properti juga diharapkan dapat memanfaatkan dan mencermati hal itu sebagai peluang dan membaca permintaan pasar.

    Baca: Manufaktur Disebut Kunci Pertumbuhan, Ini Respons Menperin

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memastikan Indonesia akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah terjalin baik dengan mempertahankan stabilitas kinerja dari APBN. "Indonesia punya keinginan untuk menjaga momentum perekonomian dan stabilitas APBN, jadi kita mencari titik balance," ujar Sri Mulyani menanggapi hasil penilaian terbaru IMF terhadap perekonomian Indonesia di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018 lalu.

    Sri Mulyani mengatakan salah satu upaya untuk mempertahankan stabilitas kinerja APBN adalah menjaga defisit anggaran dalam tingkat yang terkendali serta berada dalam batas yang diperkenankan oleh Undang-Undang yaitu tiga persen terhadap PDB.

    Sementara itu, komitmen pemerintah untuk memperkuat daya saing dan memperbaiki iklim usaha dinilai Bank Indonesia perlu terus direalisasikan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2018 yang ditargetkan mencapai 5,1-5,5 persen (tahun ke tahun/yoy).

    Bank Indonesia (BI) dalam pernyataan resmi menyikapi pengumuman Produk Domestik Bruto kuartal IV/2017 di Jakarta, Senin lalu, mengatakan komponen investasi, ekspor, dan struktur lapangan usaha akan menjadi basis berlanjutnya proses pemulihan pertumbuhan ekonomi 2018.

    "Kinerja ekonomi pada kuartal IV/2017 didukung struktur yang lebih kuat," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman. Ia menambahkan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2017 sebesar 5,19 persen (yoy), dan secara kumulatif pada 2017 sebesar 5,07 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.