Investigasi Longsor di Bandara Soetta, PUPR Tunggu Surat Kemenhub

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi terowongan perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu pagi 7 Februari 2018 masih ditutup karena belum selesai dibersihkan dari longsoran. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kondisi terowongan perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu pagi 7 Februari 2018 masih ditutup karena belum selesai dibersihkan dari longsoran. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum ikut turun tangan meninvestigasi insiden longsor di Bandara Soetta atau Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Direktur Bina Penyelenggaraan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Sumito menyebut pihaknya masih menunggu permintaan dari Kementerian Perhubungan.

    "Karena yang punya asetnya (Bandara Soekarno Hatta) kan Kemenhub, sampai saat ini kami belum menerima usulan atau permintaan apapun," kata Sumito saat dihubungi Tempo di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

    Menurut dia, begitu ada permintaan oleh Kementerian Perhubungan, maka Kementerian PUPR akan membentuk tim penilai ahli untuk memulai investigasi "Sesuai dengan Undang-Undang Jasa Konstruksi, nanti akan dibentuk SK nya." Penyelidikan ini, tambah Sumito, adalah tugas tim penilai ahli, bukanlah ranah Komite Keselamatan Konstruksi Nasional (KKKN) yang baru diluncurkan 28 Januari 2018 lalu.

    Sebelumnya pada Senin kemarin, 5 Februari 2018, bencana longsor terjadi di underpass perimeter kilometer 8+6/7 jalur Bandara Soekarno Hatta dan Batu Ceper sekitar pukul 6 sore. Longsor di Bandara Soetta terjadi akibat tingginya curah hujan pada hari tersebut. Longsoran ini pun berimbas pada jalur kereta bandara yang terletak sekitar 5 meter dari titik longsoran.

    Akibatnya, tiga perjalanan kereta bandara mengalami gangguan pada hari tersebut. Ketiganya yaitu KA dengan nomor perjalanan 7157 tertahan di stasiun Bandara Soekarno Hatta, serta KA 7156 dan KA 7160 yang tertahan di Stasiun Batuceper.

    Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Joice Hutajulu, mengakui belum ada surat permintaan kepada Kementerian PUPR. Sebab, Kementerian Perhubungan ingin menunggu terlebih dahulu investigasi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai kontraktor. "Nanti hasilnya akan dilaporkan ke kami," ujarnya,

    Kepala Bagian Humas PT Waskita Karya Poppy Sukmawati mengatakan proses investigasi masih terus berjalan. "Untuk penyebab longsornya belum diketahui," ujar Poppy kepada Tempo, Rabu 7 Februari 2018. Poppy mengatakan investigasi akan berjalan hingga beberapa hari kedepan, sejalan dengan proses pembersihan puing longsoran yang menutupi terowongan bandara.

    FAJAR PEBRIANTO | JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.