Minggu, 27 Mei 2018

Banyak Kecelakaan, Jusuf Kalla: Skill Pekerja Konstruksi Minim

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan pers di Kantor Wapres, 19 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan pers di Kantor Wapres, 19 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, Depok - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kecelakaan dalam proses pembangunan infrastruktur di Jakarta terjadi salah satunya disebabkan oleh kurangnya keahlian yang dimiliki oleh para pekerjanya. Ia menyoroti dalam sebulan terakhir, empat pembuatan jembatan atau jalan tol rubuh.

    "Apa masalahnya? Artinya kita kekurangan skill dalam bekerja," kata Jusuf Kalla saat memberikan pembekalan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Kemendikbud Depok, Jawa Barat, Rabu, 7 Februari 2018. "Kita butuh lapangan kerja banyak, tapi skill yang bisa mengerjakan dengan baik hal ini."

    Baca: Jusuf Kalla: Sikap Menunggu Membuat Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

    Kurangnya ahli yang berserftifikasi di kalangan pekerja pembangunan infrastruktur, menurut Jusuf Kalla, disebabkan oleh kurangnya pendidikan berbasis keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) atau sekolah teknik menengah (STM). Hal itu disebabkan juga salah satunya oleh kemampuan guru SMK dan STM yang lebih banyak memberikan diktat dibandingkan pendidikan berbasis keahlian.

    Perlunya sertifikasi untuk pekerja pembangunan infrastruktur penting diberlakukan, karena dengan adanya program percepatan pembangunan Pemerintah maka pekerjaan pembangunan infrastruktur juga semakin bertambah.

    Jusuf Kalla menyebutkan saat ini banyak SMK tersebar di banyak tempat. "Tetapi kita tidak siap dengan gurunya. Artinya, SMK itu SMK pkus, yang lebih banyak memakai papan tulis. Padahal SMK itu lebih banyak pakai tangan, jadi akhirnya lulusan SMK itu kemana-mana," ucapnya.

    Terkait kecelakaan pembangunan infrastruktur yang terjadi akhir-akhir ini, Jusuf Kalla telah meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk mengevaluasi semua pekerjaan pembangunan. Ia juga menyoroti banyak kejadian terjadi di akhir pekan.

    "Yang menarik, kecelakaan itu umumnya terjadi Sabtu atau Minggu, berarti kemungkinan operator itu mungkin kurang istirahat. Bisa saja karena begitu banyak pekerjaan infrastruktur, maka yang mengoperasikannya belum terlatih dengan betul. karena banyak pekerjaan," kata Jusuf Kalla.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.