Gunakan Lagu Tanpa Izin, H&M Minta Maaf ke Musisi Australia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung yang baru selesai berbelanja dari toko H&M menenteng tas belanjaannya di Gandaria City, Jakarta (5/10). TEMPO/Charisma Adristy

    Seorang pengunjung yang baru selesai berbelanja dari toko H&M menenteng tas belanjaannya di Gandaria City, Jakarta (5/10). TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Peritel asal Swedia, H&M , meminta maaf kepada seorang musisi Australia karena sudah menggunakan lagunya untuk iklan tanpa izin. 

    Harvey Sutherland, musisi tersebut, mengatakan lagu miliknya berjudul Bamboo digunakan dalam iklan H&M yang ditayangkan di akun Instagram peritel tersebut pada Senin, 5 Februari 2018.

    Ketika ditanya oleh nitizen, H&M menjawab bahwa lagu tersebut diproduksi secara khusus untuk mereka dan lagu itu tidak memiliki judul. Namun, perusahaan itu kemudian menghapus iklan tersebut setelah Sutherland mempertanyakannya.

    SImak:  H&M Ingin Genjot Produksi Pakaian di Indonesia

    "Kami meminta maaf dan telah mengapus konten yang menggunakan musik tersebut dari seluruh akun media sosial kami," demikian permintaan maaf H&M, seperti dilansir BBC.com, Rabu 7 Februari 2018.

    H&M juga menyatakan telah menghubungi Sutherland, tapi belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Adapun Sutherland belum memberikan komentar terhadap permintaan maaf ini.

    Sutherland, yang memiliki nama asli Mike Katz, telah berkali-kali mempertanyakan penggunaan lagunya di Instagram H&M. Dalam salah satu komentarnya, dia meminta peritel tersebut menghubunginya secara langsung dan menjalin kesepakatan bisnis.

    Pengguna Instagram lainnya juga menyoroti hal ini dan bahkan memasang tagar khusus yaitu #payharvey, yang artinya H&M harus membayar sang musisi.

    Kasus ini menjadi kasus kedua yang menyandung H&M pada awal 2018, setelah bulan lalu dituding rasis karena memasang iklan yang menampilkan seorang anak lelaki kulit hitam mengenakan sweater bertulisan 'the coolest monkey in the jungle' atau 'monyet paling keren di hutan'.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto