Sri Mulyani Andalkan Ekspor dan Investasi Mendongkrak Ekonomi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh positif pada tahun ini. Sri Mulyani berujar pertumbuhan ini akan disokong ekspor dan investasi.

    "Ekspor akan tetap menjadi penggerak ekonomi yang dapat diandalkan," kata Sri Mulyani di acara Mandiri Investment Forum 2018, yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

    Sri Mulyani mengatakan membaiknya harga komoditas, perbaikan sektor manufaktur, dan meningkatnya kepercayaan konsumen juga bakal mendorong momentum kelanjutan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,4 persen pada tahun ini.

    Adapun ihwal investasi, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan menggiatkan investasi kendati tahun politik sering disebut-sebut momen bagi pemodal untuk wait and see. Dia berujar, pemerintah berkomitmen mempermudah investasi swasta dengan instrumen-instrumen kebijakan.

    "Pak Menko (Darmin) dan kami mengundang semua pemerintah daerah, gubernur, dan Ketua DPRD. Mereka mendapat penjelasan mengenai apa yang dimaksud reformasi sistem investasi. Jadi koordinasi dan penguatan reformasi yang koheren antara pusat dan daerah sangat penting," ujarnya.

    Sri Mulyani hari ini menjadi keynote speaker dalam acara Mandiri Investment Forum 2018 yang diselenggarakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Acara ini dihadiri oleh setidaknya 600 peserta, yang terdiri atas 70 investor asing serta 500-an nasabah Bank Mandiri dan investor lokal.

    Dalam pidatonya, Sri Mulyani menekankan peran investor dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia mengatakan ada banyak proyek pembangunan di Indonesia yang terbuka bagi investor untuk menanamkan modalnya.

    "Saya harap dalam forum ini ada ide baru, inovasi baru, dan menjadi titik awal untuk kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah, BUMN, dan swasta berdasarkan kepercayaan satu sama lain," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.