Terimbas Sentimen Amerika, IHSG Ditutup Anjlok 1,69 Persen

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Efek pelemahan bursa saham global turut berimbas pada bursa domestik. Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa, 6 Februari 2018, ditutup melemah lebih dari 1 persen.

    IHSG ditutup merosot 1,69 persen atau 111,13 poin ke level 6.478,53, setelah dibuka dengan pelemahan 1,28 persen atau 84,48 poin di level 6.505,19. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.426,76– 6.519,29.

    Dari 571 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 58 saham menguat, 330 saham melemah, dan 183 saham stagnan.

    Baca juga: Terus Bergerak Melemah, IHSG Ditutup di Zona Merah

    Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, didorong oleh sektor industri dasar yang merosot 3,16 persen, disusul sektor pertanian dengan pelemahan 2,86 persen.

    Direktur Utama BEI Tito Sulistio menilai masuknya IHSG ke zona merah murni karena adanya persepsi dari perekonomian dunia, terutama Amerika Serikat. Pasalnya, kinerja para emiten justru menunjukkan sebaliknya.

    "Saya katakan bahwa jika hasil perusahaan pada 2017 bagus dan ekonomi bagus, ini semua hanya persepsi sesaat karena fundamental ekonomi dan perusahaan itu bagus," katanya saat menggelar jumpa pers di Gedung BEI, Selasa, 6 Februari 2018.

    Dia menjelaskan, saat ini pasar saham di seluruh negara memang tengah terkoreksi. Indonesia, sambungnya, termasuk beruntung karena pelemahan indeks tidak terlalu dalam. Dari data yang dirilis BEI, sampai akhir bulan lalu BEI berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,5 persen.

    Baca juga: Awal Pekan Februari, IHSG Diprediksi Lampaui Target Resisten

    Diketahui, hampir seluruh bursa di Asia dan global hari ini terseret ke zona merah, menyusul pelemahan bursa AS di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa inflasi akan memaksa kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.

    Saham-saham penekan IHSG:

    BBRI -2,65 persen

    TLKM -1,75 persen

    BBCA -1,16 persen

    EMTK -10,77 persen

    Saham-saham pendorong IHSG:

    GGRM +1,10 persen

    RMBA +4,94 persen

    TRAM +2,61 persen

    BJBR +1,75 persen

    Pada perdagangan Senin, 5 Februari 2018, IHSG ditutup melemah 0,59 persen atau 39,14 poin di posisi 6.589,67.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.