Bidik Target 4 Juta Penumpang, Ini Strategi Bandara Husein

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan di terminal baru Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 6 April 2016. Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai menggunakan terminal baru menggantikan fungsi terminal lama yang akan direnovasi untuk perluasan dan difungsikan sebagai terminal internasional. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan di terminal baru Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 6 April 2016. Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai menggunakan terminal baru menggantikan fungsi terminal lama yang akan direnovasi untuk perluasan dan difungsikan sebagai terminal internasional. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, BANDUNG - General Manager Bandara Husein Sastranegara PT Angkasa Pura II Anindika Nuryawan mengatakan, menargetkan capaian jumlah penumpang di bandara Husen Sastranegara tahun ini tembus 4 juta penumpang. “Tahun kemarin ada peningkatan tapi belum signfikan. Target tahun ini lebih besar, di atas 4 juta penumpang,” kata dia di Bandung, Senin, 5 Februari 2018.

    Anindika mengatakan, capaian target tahun 2017 terpenuhi kendati tipis. “Tahun lalu target 3,5 juta penumpang, tapi pencapaian 3,65 juta orang,” kata dia

    Soal target tahun ini dipatok lebih besar karena sejumlah rencana maskapai yang hendak menambah jadwal penerbangan. “Frekuensi penerbangannya akan ditambah,” kata Anindika.

    Simak: Bandara Soekarno-Hatta Gelar Kampanye Keselamatan Penerbangan

    Anindika mengatakan, sejumlah rute penerbangan dari Bandung menuju sejumlah kota akan ditambah oleh masing-masing maskapai. Di antaranya rute tujuan Semarang, Solo, dan Batam. Sejumlah maskapai juga tengah menjajaki rute penerbangan internsional dari Bandung. “Penerbangan ke luar negeri masih tujuannya Singapura dan Kualalumpur, tapi kita juga lagi jajaki ke Johor baru salah satunya,” kata dia.

    Menurut Anindika, salah satu maskapai juga tengah menjajaki layanan penerbangan umroh dari Bandara Husein Sastranegara. “Ada rencana itu dengan Lion Air, masih proses perizinan dan lain-lain,” kata dia.

    Dia masih optimis target penumpang di Bandara Husein Sastranegara tidak akan terpengaruh dengan keberadaan Bandara Kertajati yang dijadwalkan beroperasi pada pertengahan tahun ini. “Tahun ini Kertajati beroperasi targetnya untuk penerbangan haji dan umroh. Jadi target bandara Husein tahun ini Insya Allah tercapai, dan memang tahun ini tidak terganggu dengan Kertajati, rencananya seperti itu,” kata Anindika.

    Manager Commercial Services Bandara Husein Sastranegara PT Angkasa Pura II, Aminuddin Hendriyanto mengatakan, sedikitnya ada 3 maskapai yang hendak menambah frekwensi layanan penerbangan tahun ini. Yakni Nam Air untuk rute Bandung-Semarang, Lion Air untuk rute Pakanbaru dan Pangkalpinang, serta Jetstar untuk rute Bandung-Singapura.

    “Sekarang kita menggunakan aplikasi sistem analitik untuk menghitung rute yang menguntungkan. Kalau ada maskapai yang berminat, kita akan bantu,” kata dia, Senin, 5 Februari 2018.

    Aminuddin mencontohkan, tujuan penerbangan dari Bandung menuju Semarang, Pekanbarau-Pangkalpinang, serta Singapura itu termasuk rute yang gemuk. “Kita jamin load-factor-ya bisa 70 persen sehingga tidak ada lagi ‘terbang amal’, percuma menerbangkan kalau tidak ada penumpangnya,” kata dia.

    Menurut Aminuddin, maskapai juga tengah menjajaki penggunaan pesawat jenis terbarunya untuk melayani penerbangan di Bandara Huseinsastranegara. Lion misalnya, tengah menjajaki kemungkinan menggunakan pesawat Boeing Maxx milik mereka di bandara Husein. “Kita lagi usahakan memfasilitasi Boeing Maxx di Bandara Husein,” kata dia.

    Aminuddin mengataka, Lion berencana menggunakan pesawat berbadan besar itu untuk membuka layanan penerbangan Umroh dari Bandung menuju Jeddah. “Kalau bisa direct Bandung-Jeddah,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.