Dibuka Melemah, IHSG di Sesi I Masih Tertahan di Zona Merah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak melemah di akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin, 5 Februari 2018, dengan penurunan 0,53 persen atau 34,89 poin ke level 6.593,93.

    Pagi tadi di awal perdagangan, IHSG dibuka dengan pelemahan 1,09 persen atau 72,14 poin di posisi 6.556,68. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.522,54-6.612,45.

    Sebanyak 96 saham menguat, 244 saham melemah, dan 231 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Baca juga: Awal Pekan Februari, IHSG Diprediksi Lampaui Target Resisten

    Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) masing-masing turun 1,15 persen dan 3,46 persen. Keduanya menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG di akhir sesi I.

    Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor industri dasar (-1,78 persen) dan aneka industri (-1,14 persen). Adapun sektor tambang menjadi satu-satunya yang bergerak positif dengan kenaikan 0,27 persen.

    Saham TPIA (-3,46 persen), INTP (-2,48 persen), INKP (-2,76 persen) dan CPIN (-1,78 persen) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor industri dasar pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Baca juga: Aksi Beli IHSG Pekan Depan Diprediksi Masih Terbatas 

    Berikut rincian 10 emiten penekan utama IHSG siang ini:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    ASII -1,15 persen

    TPIA -3,46 persen

    UNVR -0,68 persen

    INTP -2,48 persen

    BBCA -0,31 persen

    Berdasarkan presentase:

    IBFN -34,41 persen

    CITA -21,88 persen

    GDYR -19,72 persen

    MLIA -15,08 persen

    BUVA -14,02 persen

    Pada perdagangan bursa saham IHSG Senin, 5 Februari 2018, diperkirakan masih akan terjadi aksi beli. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan meski demikian laju IHSG yang ditopang aksi beli masih dibayangi aksi jual dari para investor.

    "Kenaikan ini di tengah pelemahan yang terjadi pada sejumlah bursa saham global, meningkatnya imbal hasil obligasi, dan kembali terdepresiasinya Rupiah sehingga memiliki peluang pelemahan," kata Reza seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 5 Februari 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.