Laju Dolar Diprediksi Masih Menguat, Rupiah Akan Tertekan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rupiah Diprediksi Melemah Sampai Akhir Tahun

    Rupiah Diprediksi Melemah Sampai Akhir Tahun

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan rupiah pada Senin, 5 Februari 2018, diprediksi masih akan dibayangi menguatnya laju dolar Amerika Serikat. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan laju rupiah diprediksi akan kembali melemah terimbas dari kurangnya dukungan dari dalam negeri.

    "Tidak banyak berita positif yang dapat menahan pelemahan rupiah," kata Reza, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin.

    Simak: Dolar dan Sejumlah Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Terdepresiasi

    Reza memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support 13.458 dan resisten 13.440. "Tetap waspada berbagai sentimen yang dapat memicu pelemahan kembali," katanya.

    Pergerakan laju dolar Amerika yang kembali diperkirakan dapat terapresiasi bisa membuat pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah, melemah.

    Pada pekan sebelumnya, pelemahan rupiah kembali terjadi. Pelemahan terjadi seiring dengan masih menguatnya laju dolar Amerika dengan sentimen kekhawatiran akan meningkatnya tingkat suku bunga The Fed dalam waktu dekat akibat membaiknya data-data ekonomi Amerika.

    Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari berita Bank Indonesia yang menyampaikan perkiraan defisit transaksi berjalan (CAD) tahun 2018 akan melebar sebesar 2,1 persen. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 1,8 persen dari produk domestik bruto (PDB).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.