Anak Usaha Adhi Karya Melantai di Bursa Saham Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Direktur Utama PT Adhi Persada Properti Wahyuni Sutantri, Direktur Operasional 2 PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Saddewa Soediro, dan GM Departemen TOD Hotel Adhi Karya Amrozi Hamidi dalam acara konferensi pers ADHI Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, 3 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (dari kiri) Direktur Utama PT Adhi Persada Properti Wahyuni Sutantri, Direktur Operasional 2 PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Saddewa Soediro, dan GM Departemen TOD Hotel Adhi Karya Amrozi Hamidi dalam acara konferensi pers ADHI Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, 3 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung, melantai di bursa paling lambat November tahun ini. Direktur Operasional II Adhi Karya Budi Saddewa Soediro mengatakan proses untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sudah berjalan.

    "Tahun ini yang IPO hanya APG, selambat-lambatnya November," kata Budi di acara Adhi Expo yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu, 3 Februari 2018.

    Budi mengatakan perseroan membidik tak kurang dari Rp 1 triliun dari IPO tersebut. Adapun saham yang akan dilepas ke publik berkisar 25-30 persen dari total saham perseroan. Budi berujar aksi korporasi itu akan menggunakan buku Juni 2018.

    "Kalau November, (berarti) pakai buku bulan Juni tahun ini," ujarnya.

    Setelah APG melantai, perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan TOD menyusul melantai di Bursa Efek. Budi menyebut, secara mandatory, TOD bisa melepas sahamnya ke publik selambat-lambatnya setelah 18 bulan menjadi anak usaha sendiri. Saat ini, TOD masih merupakan departemen di bawah Adhi Karya.

    "Mandatory 18 bulan setelah spin-off harus IPO," kata Budi. Adapun spin-off diperkirakan rampung pada Maret atau April setelah rapat umum pemegang saham tahun ini.

    Budi melanjutkan, setelah APG dan TOD melantai, perseroan menargetkan PT Adhi Persada Properti IPO. Menurut dia, APP diperkirakan bisa IPO pada 2020.

    Ihwal rencana IPO APG sebenarnya bukan hal baru. Adhi Karya sebelumnya merencanakan APG IPO pada semester kedua 2017, tapi urung dilakukan. Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan ketika itu mengatakan rencana IPO ditunda karena banyak anak usaha BUMN, termasuk yang memiliki kegiatan usaha sejenis dengan APG, akan melakukan aksi korporasi yang sama pada 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.