Memulai Bisnis, Perencana Keuangan: Modal Bukan Segalanya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah stan pameran International Franchise Licence & Business Concept Expo & Conference di JCC, Jakarta, Jumat (19/06). Pameran ini berlangsung hingga 21 Juni mendatang. Foto: TEMPO/Yosep Arkian

    Sejumlah stan pameran International Franchise Licence & Business Concept Expo & Conference di JCC, Jakarta, Jumat (19/06). Pameran ini berlangsung hingga 21 Juni mendatang. Foto: TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto mengatakan salah satu hal penting dalam mengelola keuangan untuk bisnis adalah dengan memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha. "Tidak usah bicara modal dulu, tetapi bagaimana cara mengatur keuangan itu, memisahkan uang pribadi dan uang usaha," ujar Eko saat dihubungi Tempo, Sabtu, 3 Februari 2018.

    Eko mengatakan hal lain yang perlu diperhatikan yaitu membuat catatan keuangan. Catatan keuangan itu mencakup arus keluar masuk uang dalam bisnis. "Sederhana saja yang keluar masuk. Tak boleh ada yang lepas, tak boleh ada yang kelewat, disiplin," katanya.

    Baca: Grant Thornton Minta Pelaku Bisnis Waspadai Tiga Ancaman Ini

    Selain itu, ujar Eko, seorang pemula bisnis juga harus selalu mengatur arus kas dalam keuangan. Dia mengatakan seorang pebisnis harus memiliki minimal 15 persen uang kas dari seluruh asetnya. "Jangan juga asetnya terlalu banyak di barang dagangan sehingga tak berputar. Jadi atur selalu arus kas," ucapnya.

    Menurut Eko, risiko terbesar seorang pemula bisnis kecil dimulai dari pilihan berutang untuk awal bisnisnya. Kalaupun harus berutang, lagi-lagi Eko mengingatkan untuk disiplin dalam pengelolaan dana yang berputar, apalagi untuk bisnis baru. "Jadi tetap harus disiplin, mengatur kas sebesar apa," tuturnya.

    Di sisi lain, Eko menambahkan di zaman online seperti ini setiap orang dapat berbisnis tanpa modal. Yang terpenting adalah kemauan orang untuk memulai bisnis itu sendiri. "Banyak yang berencana tetapi tak mulai-mulai. Punya mimpi tapi tak jalan-jalan, ya percuma," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.