Waskita Beton Terima Pembayaran Termin Rp 1,55 T Tol Becakayu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bangunan masih bertahan di lokasi pembangunan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), di daerah Cipinang Muara, Jakarta, Rabu 8 November 2017. Meski sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, Tol Becakayu belum bebas dari masalah pembebasan lahan. TEMPO/Subekti

    Sejumlah bangunan masih bertahan di lokasi pembangunan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu), di daerah Cipinang Muara, Jakarta, Rabu 8 November 2017. Meski sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, Tol Becakayu belum bebas dari masalah pembebasan lahan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menerima pembayaran termin kedua proyek turnkey Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1b dan 1c sebesar Rp 1,55 triliun. Pada Desember lalu, anak usaha PT Waskita Karya Tbk. (Persero) ini menerima pembayaran termin pertama sebesar Rp 429 miliar.

    Dengan demikian, total pembayaran termin hingga 31 Januari 2018 yakni sebesar Rp 1,8 triliun. "Penerimaan pembayaran termin ini berasal dari proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek nonturnkey," kata Direktur Keuangan dan Risiko WSBP MC Budi Setyono melalui keterangan tertulis, Jumat, 2 Februari 2018.

    Baca: Nilai Kontrak Baru Waskita Karya di 2017 Turun, Ini Sebabnya

    Budi mengatakan perseroan optimistis kas operasional perusahaan menunjukkan hasil positif hingga akhir tahun nanti. Budi berujar ada beberapa proyek yang tengah dikerjakan dengan dukungan dari produk precast dan readymix WSBP, antara lain proyek Jalan Tol Becakayu seksi 1a dan 2d, proyek Jalan Tol Cimanggis Cibitung, Jakarta-Cikampek (elevated), proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang Pantura dan Trans Sumatera.

    Anak usaha perusahaan pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 11,52 triliun pada tahun ini. Target ini meningkat dari pencapaian kontrak tahun 2017 sebesar Rp 11,03 triliun.

    Budi mengklaim target ini juga relatif lebih tinggi dibandingkan kompetitor sejenis lain. "Perusahaan fokus untuk merealisasikan kontrak tahun 2018 menjadi pendapatan usaha," ujarnya.

    Selain itu, WSBP memiliki sisa nilai kontrak tahun lalu (carry over) sebesar Rp 13,65 triliun. Dengan demikian, diperkirakan WSBP akan mengelola total nilai kontrak sebesar Rp 25,17 triliun sepanjang tahun ini.

    Budi mengatakan, dengan tingginya Nilai Kontrak Dikelola (NKD) tersebut WSBP akam berfokus menjaga operasional seluruh plant dan batching plant. "Kami akan jaga sesuai prosedur yang berlaku agar dapat menjaga kualitas terbaik dari produk-produk perusahaan," ujarnya.

    PT Waskita Beton Precast Tbk. saat ini mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, mengelola 11 plant, 83 batching plant, dan 5 quarry. Pada tahun ini, perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500-600 ribu ton per tahun hingga total kapasitas produksi menjadi 3,75 juta ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.