Pameran Properti BTN Kembali Digelar Mulai Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah melihat maket pada pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, 14 Februari 2015. Pameran tersebut menampilkan 400 proyek properti dan akan berlangsung dari 14-22 Februari. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Seorang bocah melihat maket pada pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta, 14 Februari 2015. Pameran tersebut menampilkan 400 proyek properti dan akan berlangsung dari 14-22 Februari. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-68, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., kembali menggelar pameran properti bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) 2018. Pameran properti BTN ini dijadwalkan akan dibuka secara resmi mulai hari ini di Lobby Hall B, Jakarta Convention Center, Jl. Jenderal Gatot Subroto.

    Acara ini juga digelar untuk menyukseskan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pada 29 April 2015 lalu. 

    Baca: Program Sejuta Rumah, BTN Salurkan 1,61 Juta Unit KPR

    Pameran perumahan tahunan yang dapat dimanfaatkan sebagai wahana yang baik dalam mempertemukan antara pengembang dengan masyarakat yang sedang membutuhkan rumah itu, bakal menghadirkan 868 proyek perumahan.

    "Dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono," tutur Dodiek Agoeng, Corporate Communication Manager BTN dalam siaran pers, Jumat, 2 Februari 2018. Pembukaan pameran yang akan berlangsung pada 3-11 Februari 2018 tersebut juga akan turut dihadiri Direktur Utama Bank BTN Maryono dan jajaran direksi BTN lainnya.

    Pada perhelatan acara serupa tahun lalu yakni pada 11-19 Februari 2017, BTN mampu membukukan perolehan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 5,3 triliun. Realisasi yang dibukukan BTN tersebut bahkan melebihi dari target yang dipasang saat itu mencapai sebesar Rp 5 triliun.

    Sebelumnya Direktur Utama BTN Maryono mengatakan setidaknya ada empat tantangan di sektor properti pada 2018. "Salah satunya kurangnya pasokan rumah yang dibarengi dengan tingginya kebutuhan rumah," ujarnya pertengahan Desember 2017 lalu.

    Tantangan selanjutnya adalah tidak tersedianya lahan yang cukup untuk membangun properti. Sementara dari segi regulasi pertanahan, menurut pimpinan BTN ini, masih banyak kebijakan yang belum terstandardisasi untuk setiap daerah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).