Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Jakarta-Perth

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Pesawat Garuda Indonesia. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia mulai 4 Mei 2018 mendatang akan menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Perth, dari empat kali menjadi lima kali dalam seminggu.

    Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018, mengatakan penambahan kapasitas kursi tersebut dimaksudkan untuk mengakomodir permintaan pasar yang semakin meningkat di antara dua kota tersebut.

    "Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut juga sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia atas peningkatan industri pariwisata Indonesia, khususnya mempermudah wisatawan Australia dari Perth untuk terbang ke Jakarta dan selanjutnya ke wilayah domestik lainnya melalui kepastian ketersediaan kursi," katanya.

    Baca juga: Garuda Indonesia Targetkan OTP 91 Persen Tahun Ini

    Sigit yang juga membawahi pengembangan rute internasional Garuda Indonesia mengatakan bahwa penambahan frekuensi penerbangan Jakarta-Perth tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk turut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia khususnya 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

    "Australia menjadi salah satu pasar yang terus tumbuh dan potensial bagi Garuda Indonesia. Kedekatan Indonesia dan Australia, terlebih Perth, membuat banyaknya pengguna jasa di antara kedua negara untuk berkunjung ke Indonesia, baik untuk keperluan bisnis, wisata, pendidikan maupun kesehatan," katanya.

    Frekuensi tambahan penerbangan Jakarta-Perth dioperasikan setiap hari Jumat dengan keberangkatan dari Jakarta pukul 10.25 WIB dan tiba di Perth pada pukul 16.00, kemudian berangkat kembali dari Perth pada pukul 17.40 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada pukul 21.35 WIB.

    Penerbangan Garuda Indonesia Jakarta-Perth PP dilayani menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 162 tempat duduk.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.