Harga Anjlok, Perajin Kreatif Bikin Bawang Merah Goreng

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rawit Goreng Bawang di Toko Serba Lada (Toserda) di Jalan Pajajaran, Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Rawit Goreng Bawang di Toko Serba Lada (Toserda) di Jalan Pajajaran, Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bojonegoro – Anjloknya harga bawang merah di Kabupaten Bojonegoro hingga Rp 2.500 per kilogram dimanfaatkan para perajin pembuat makanan olahan. Salah satunya dibuat bawang merah goreng yang dibungkus rapi sehingga harganya meningkat beberapa kali lipat.

    Selama ini, para perajin pembuat olahan makanan kerap menunggu panen bawang merah. Pasokan bawang merah dari luar daerah membuat harganya anjlok. Di tingkat petani di Bojonegoro, untuk bawang merah ukuran kecil hanya Rp 2.500 per kilogram dan untuk ukuran super hanya Rp 5.500 per kilogramnya. Jika saat normal, harga bawang merah ukuran kecil bisa mencapai Rp 15 ribu per kilogram dan ukuran super bisa di atas Rp 25 ribu per kilogramnya.

    Perajin makanan olahan kemudian memanfaatkan anjloknya harga bawang merah untuk bahan baku olahan, yaitu dibuat bawang merah goreng, kemudian dibungkus dengan pelbagai ukuran. Dari ukuran 100 gram, 200 gram, hingga 500 beratnya. Setelah diolah menjadi bawang merah goreng, harganya berlipat. Misalnya untuk ukuran 200 gram bawang merah goreng dijual dengan harga Rp 15 ribu per bungkusnya.

    Menurut Purnawati, usaha bawang merah goreng dilakukan dengan sambilan. Biasanya, usahanya ini memproduksi menunggu musim panen bawang merah. ”Harganya pas murah,” ujarnya kepada Tempo, Jumat, 2 Februari 2018. Dia menambahkan, usaha seperti itu juga dilakukan perajin makanan olahan di Bojonegoro. Khusus untuk bawang merah goreng ada sekitar 30 orang perajinnya.

    Simak: Indonesia Ekspor 5.600 Ton Bawang Merah ke Thailand

    Untuk pemasaran bawang merah goreng, sudah ada pesanan ke toko-toko sayuran, kelontong, mini market, dan juga pesanan ke restoran. Bahkan sejumlah hotel juga telah memesan produk bawang goreng ini. Biasanya dalam satu pekan, produksinya di atas 150 kilogram bawang merah.

    Setelah panen, harga bawang merah di petani di Kabupaten Bojonegoro, anjlok. Di Desa Pajeng Kecamatan Gondang, Bojonegoro bagian selatan, harga bawang merah ukuran kecil Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan bawang merah super harganya Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kilogramnya. Harga tersebut jauh dari sebelumnya, yaitu rata-rata di atas Rp 10 ribu per kilogramnya.

    Menurut Dedy Kristiawan, Kepala Desa Pajeng, di daerahnya tengah panen bawang merah. Namun, harga bawang merah di tingkat petani justru anjlok hingga paling rendah dalam empat tahun terakhir ini. ”Anjlok harganya,” ujarnya.

    Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan tanaman bawang merah pada Januari-April 2015 seluas 1.781 hektare. Untuk musim tanam kedua April 2016 seluas 1.155 hektare dan akan ditambah Juni ini. Lokasinya tersebar di beberapa desa di Kecamatan Kedungadem, di antaranya Desa Pejok, Duwel, dan Megale—berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk yang juga penghasil bawang merah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.