CEO Blibli Sebut Tantangan Ini Harus Dilalui UKM agar Naik Kelas

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf (kanan), CEO Blibli.com Kusumo Martanto (tengah), dan Deputi Infrastruktur Hari Sungkari (kiri) dalam peluncuran The Big Start Indonesia di Hotel Indonesia Kempinsky, Senin, 25 Juli 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf (kanan), CEO Blibli.com Kusumo Martanto (tengah), dan Deputi Infrastruktur Hari Sungkari (kiri) dalam peluncuran The Big Start Indonesia di Hotel Indonesia Kempinsky, Senin, 25 Juli 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Blibli.com Kusumo Martanto menuturkan ada beberapa tantangan yang dihadapi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menjual produknya ke e-commerce agar naik kelas. Salah satunya permodalan. Ia mengatakan akses perbankan dinilai tidak sepenuhnya membantu.

    "Kerap dipersulit dalam administrasinya. Pinjaman ke perbankan juga dalam nominal yang terbatas," kata Kusumo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Februari 2018.

    Baca: Mendag Akan Kumpulkan Marketplace untuk Pasarkan Produk UMKM

    Selain itu, konsistensi kualitas produk barang yang dijual UKM kerap dinilai tidak stabil. Hal itu disebabkan oleh sulitnya modal yang mereka miliki untuk mendukung peningkatan kualitas produk yang mereka jual. 

    "Kedua, konsistensi dengan kualitasnya. Karena mereka kan dari rumah, ya. Kalau 100 pesanan, masih oke. Kalau sudah 1.000, ini yang sulit. Mau nambah karyawan itu bingung bayarnya," ujar Kusumo.

    Hal lain yang luput dari pelaku UKM adalah pengemasan produk. Banyak UKM yang memiliki pola pikir bahwa pengepakan produk itu hanya membuang biaya. Padahal, menurut Kusumo, pengemasan akan membuat barang jualan menjadi lebih menarik. "Foto yang bagus, deskripsi yang menarik, itu yang harus diedukasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.