Mendag Akan Kumpulkan Marketplace untuk Pasarkan Produk UMKM

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) serta CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara (kiri).

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) serta CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara (kiri).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan mengumpulkan marketplace untuk membantu UMKM dalam memasarkan produk UMKM. Hal tersebut dilakukan setelah Enggar mendengar pengakuan dari salah satu marketplace yakni Blibli.com yang hanya menjual 100-200 ribu produk UMKM dari 2,5 juta produk yang dipasarkan.

    ""Saya akan mengumpulkan dan meminta mereka (marketplace) untuk membantu memasarkan produk UMKM," kata Enggar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Februari 2018.

    Baca: Jokowi Kritik Bank yang Asyik Kumpulkan DPK dan Susah Beri Kredit

    Selain itu, Enggar juga akan meminta bantuan seluruh kepala dinas di provinsi untuk menyeleksi seluruh produk. Seleksi dilakukan guna mengetahui kualitas atas produk UMKM tersebut. Produk yang berkompeten akan dipasarkan melalui marketplace.

    "Kehadiran marketplace yang besar ini bukan membuat  Indonesia sebagai pasar produk dalam negeri tapi justru memasarkan produk indonesia keluar negeri," kata dia.

    Selain itu, Enggar juga akan mengusulkan untuk diberikan bebas pungutan atas biaya Surat Keterangan Asal (SKA). SKA merupakan dokumen yang dibuat oleh eksportir (seller) dan disertakan pada saat mengirim atau mengekspor barang ke suatu negara tertentu, di mana negara penerima barang tersebut telah menyepakati suatu perjanjian untuk memberikan suatu kemudahan bagi barang dari negara asal (origin) untuk memasuki negara tujuan tersebut.

    Sebelumnya, untuk memperoleh SKA dikenakan biaya untuk biaya cetak namun Enggar ingin menyederhanakan dengan pindah ke sistem elektronik.

    "Untuk negara yang masih mengharuskan tidak elektronik, maka akan tetap kami lakukan. Jadi kami mulai dengan memberikan dua opsi," ucap MendagEnggar. Baik SKA dalam bentuk kertas ataupun elektronik akan tetap disedikan.

    "Ini semata-mata karena kami mau dorong untuk ekspor," lanjut dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.