Program Listrik Gratis Bagi Mualaf Suku Badui, Ini Kata PLN

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PLN memberikan bantuan dana sebesar 351,9 juta rupiah bagi pelaksanaan program Pemberdayaan Mualaf Baduy, Banten.  pln.co.i

    PLN memberikan bantuan dana sebesar 351,9 juta rupiah bagi pelaksanaan program Pemberdayaan Mualaf Baduy, Banten. pln.co.i

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membantah bahwa perusahaan memberikan bantuan listrik secara cuma-cuma yang bersifat khusus seperti bagi para mualaf. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, I Made Suprateka mengatakan bahwa perusahaan tidak memberikan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

    “Kebijakan listrik diberikan kepada seluruh masyarakat yang ada di suatu desa yang sama sekali belum tersentuh penerangan listrik. Tidak berdasarkan SARA, seperti yang telah juga dilakukan untuk di desa-desa di Papua, Nusa Tenggara Timur serta Maluku,” kata Made ketika dihubungi Tempo, Kamis, 1 Februari 2018.  

    Baca: Dirut PLN Temui Jokowi: Tarif Listrik tak Naik, Asal... 

    Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Made setelah beredarnya berita kegiatan yang dilakukan oleh PLN khususnya yang berada di area Banten Selatan yang memberikan bantuan berupa listrik gratis. Bantuan listrik gratis tersebut diberikan secara khusus bagi para mualaf yang berasal dari suku Badui di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.  

    Menurut Made, kegiatan bantuan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN yang didirikan oleh Pegawai PT PLN di wilayah Banten Selatan bukan oleh PT PLN sebagai korporasi. Karena itu, kata dia, kegiatan tersebut murni bersifat kegiatan ibadah dari yayasan YBM. “Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan secara kelembagaan dengan PLN jadi tidak ada diskresi prioritas,” ujar Made.

    Dilansir dari Antara, PLN dikabarkan telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat Badui yang memeluk agama Islam atau mualaf sebesar Rp 351 juta. Bantuan sebesar Rp 351 juta merupakan kepedulian PLN untuk memberdayakan masyarakat Badui agar mereka mampu mengelola aneka usaha kerajinan,perdagangan maupun pertanian.

    "Penyaluran bantuan itu agar warga Badui yang memeluk agama Islam bisa hidup mandiri juga mampu mengelola usaha," kata Kepala Desa Wantisari Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Feyza Ulufiyah di Lebak, Kamis 1, Februari 2018.

    Peluncuran bantuan untuk pemberdayaan warga Badui itu dilakukan di Pondok Pesantren Hasanudin setempat dan dihadiri Asisten Daerah (Asda III) Dedi Lukman dan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Dede Supriatna. Penyerahan bantuan itu diserahkan oleh Direktur PLN Jawa-Bali sebesar Rp 351 juta juga bibit pepaya california dan pemasangan listrik gratis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.