Dirut PLN Temui Jokowi: Tarif Listrik tak Naik, Asal...

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Bupati Serang Tatu Chasanah (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri) saat meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Bupati Serang Tatu Chasanah (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri) saat meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN)  Sofyan Basir mengatakan tidak ada kenaikan tarif listrik. Namun, dia menyebut ada syarat yang harus dipenuhi. "Kalau batubara ini bisa harganya diatur pemerintah dengan baik ya tidak perlu naik," kata Sofyan usai menemui Presiden Joko Widodo di komplek Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018.

    Sofyan mengatakan, harga batubara menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga tarif listrik. Sebab, bahan baku yang digunakan PLN untuk memproduksi listrik sebesar 60 persen berasal dari batubara.

    Baca: PLN Teken Pembelian Listrik Swasta Energi Terbarukan Rp 20 T 

    Adapun harga batubara dunia, kata Sofyan, mengalami kenaikan selama satu tahun belakangan. Menurut dia, harga batubara dunia saat ini sudah mendekati US$ 100 per metrikton dari US$ 60.

    Semestinya, dia berujar, harga tarif listrik mengalami kenaikan karena ada penyesuaian tarif akibat kenaikan tersebut. Namun, PLN selama 6 bulan ini tidak menaikkan harganya.

    "Tarif adjustment (penyesuaian) kan enggak jalan, akhirnya kan mengambil keuntungan PLN. Kalau keuntungan PLN diambil terus sampai habis, elektrifikasi kan enggak bisa jalan," ujarnya.

    Dalam pertemuannya dengan Jokowi pagi ini, Sofyan pun meminta agar ada penetapan persentase yang pasti atas biaya Domestic Market Obligation (DMO) untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi dalam negeri, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

    Menurut Sofyan, Presiden Jokowi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mendukung PLN untuk mengamankan tarif listrik supaya tidak naik. Bahkan, kata dia, Jonan berkomitmen untuk menurunkan biaya DMO bulan ini.

    "Kalau batubara naik terus, susah PLN-nya. Presiden bilang batubara ini kan milik negara jadi kepentingan bangsa nomor satu, ya batubaranya harus dengan harga keekonomian yang cukup agar tarif bisa dipertahankan dengan baik," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.