Tidak Ada Jalan, Pertamina Tunda Kirim BBM Karimunjawa

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Semarang -General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV, Yanuar Budi Hartanto mengatakan pengiriman BBM dan gas ke Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara Jawa Tengah (Jateng) terpaksa ditunda. Tak ada jalan lain, pengiriman akan ditambah kapasitas untuk ketersediaan jangka panjang.

    "Kami sampai hari ini belum dapat izin dari Syahbandar untuk menyeberang ke Karimunjawa. Pengiriman akan kami lakukan kapasitas 135 KL untuk 20 hari ke depan. Biasanya kami mengirim 75 KL, dengan kapasitas maksimal 200 KL," ungkap Yanuar di kantornya di Jalan Thamrin, Rabu 31 Januari 2018.

    Baca: BBM Karimunjawa, Ganjar Minta Pertamina Bangun Bungker

    Mengenai usulan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk membuat bungker penampung BBM, Yanuar mengatakan pihaknya belum memiliki rencana tersebut. Pasalnya cuaca buruk di Karimunjawa merupakan kejadian musiman yang sangat jarang terjadi.

    "Soal bungker belum ada rencana, hanya floating kapal saja. Apa lagi soal cuaca sifatnya musiman," ujar Yanuar.

    Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko mengatakan, gelombang tinggi masih akan berlangsung hingga pekan depan. Di perairan Karimunjawa, setidaknya gelombang mencapai 2 meter. Normalnya 0,75 meter tinggi gelombang laut bisa untuk berlayar.

    "Angin kencang karena perbedaan tekanan udara utara ekuator dan selatan ekuator. Dengan kondisi kencang menimbulkan ombak yang tinggi. Kondisi parah perairan Jateng ada di Selatan Jawa 4-6 meter. Karena pergerakan matahari semu, maka cenderung menghangat, dan angin kencang," ungkap Iis.

    Berita lainnya tentang Pertamina dapat disimak di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.