Clarks Akan Ditutup, Manajemen: Kami Bidik Pasar Lebih Muda

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Clarks Indonesia menutup gerai online dan offlinenya di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018. (Instagram.com)

    Clarks Indonesia menutup gerai online dan offlinenya di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018. (Instagram.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum menyatakan akan menutup semua gerai Clarks di Indonesia, PT Anglo Distrindo Antara, distributor tunggal sepatu merek premium asal Inggris tersebut, sempat melancarkan strategi baru guna mengerek kinerja, yaitu membidik konsumen lebih muda.

    Rubby, dari manajemen PT Anglo Distrindo Antara, mengatakan Anglo memperluas target pasar dengan membidik konsumen lebih muda, yakni di kisaran usia 25-45 tahun.

    “Kami ekspansi ke pasar lebih muda. Coba (membidik pasar di usia) 25-35 tahun,” kata Rubby kepada Bisnis melalui saluran telepon.

    Baca: Ketika Pengunjung Clarks Puas dengan Diskon hingga 70 Persen

    Namun kenyataannya, menurut dia, tetap saja pemberi kontribusi terhadap penjualan sepatu Clarks Indonesia adalah konsumen yang berumur di atas 35 tahun.

    “Kenyataan agak susah. Yang belanja 35 ke atas. (Kalaupun ada) anak muda (yang membeli karena) ikut sama bapaknya (ke gerai Clarks),” kata Rubby.

    Clarks memang masuk kelompok sepatu premium, dengan bahan dari kulit yang dipantau ketat pembuatannya oleh principal yang bermarkas di London. Sepatu tersebut dijual di Indonesia dengan harga Rp 1,8 juta-3,5 juta per pasang.

    Anglo berencana menutup semua gerai Clarks pada akhir Maret 2018. Sejak 12 Januari 2018, semua produk mendapat diskon 50-80 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.