Hadapi Persaingan Global, RI Fokus Genjot Ekonomi Digital

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman tentang Penegakan Hukum, Pengawasan, dan Pengamanan di Bidang Perdagangan di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, 8 Januari 2018. Tempo/Zara

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman tentang Penegakan Hukum, Pengawasan, dan Pengamanan di Bidang Perdagangan di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, 8 Januari 2018. Tempo/Zara

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melihat Indonesia perlu melakukan terobosan serta menyusun strategi dalam menghadapi persaingan di pasar dunia, salah satunya di bidang digital. Ia mendorong agar teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kebijakan pemerintah di bidang perdagangan.

    "Kehadiran ekonomi digital sebagai bagian dari Revolusi Industri 4.0 menjadi fokus perhatian dunia karena telah membawa perubahan besar dalam pola perdagangan saat ini," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018.

    Pada 2015, nilai ekonomi digital mencapai US$ 3,5 triliun atau 4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Nilai ini diprediksi meningkat sebesar 11 persen per tahun dalam lima tahun ke depan.

    "Ekonomi digital telah membuka peluang baru bidang perdagangan, serta menjembatani kepentingan produsen, konsumen, dan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu. "Untuk itu, kebijakan terpadu sangat dibutuhkan agar pengembangan ekonomi digital dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia.

    Presiden Joko Widodo pun telah menyelerasakan tiga mandat di bidang perdagangan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Isi mandat tersebut adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok dan barang penting. Serta mengutamakan penyerapan produk dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, juga membangun dan merevitalisasi pasar rakyat.

    Dalam mendukung stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, Enggar mengatakan pihaknya meyakini basis data secara daring dan real time. "Itu merupakan kunci perumusan kebijakan stabilisasi harga yang efektif," ucap dia.

    Selain itu, Kemendag juga terus menyempurnakan aplikasi daring perdagangan yaitu sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok (SP2KP), sistem informasi perizinan terpadu (SIPT) di bidang perdagangan dalam negeri, dan sistem pasar lelang komoditas gula kristal rafinasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.