Kementerian Pertanian Terima 436 CPNS dari Seluruh Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan dibukanya calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2017, diharapkan mampu meningkatkan kinerja di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

    Dengan dibukanya calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2017, diharapkan mampu meningkatkan kinerja di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pertanian menerima 436 calon pegawai negeri sipil atau CPNS. Mereka terdiri atas 107 peserta cum laude, 6 peserta penyandang disabilitas, 8 putra daerah Papua, dan 315 kategori umum.

    “Anda membuka lembaran baru dan kami menunggu beritanya 15-20 tahun lagi. Orang terbaik bangsa dicetak dari sini,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

    Baca: Menteri Amran Sulaiman: Pecat CPNS yang Datang Terlambat 

    Berdasarkan data Kementerian, total ada 80.306 jumlah pelamar online. Kemudian mereka dibagi dalam empat kriteria, yakni formasi cum laude, warga Papua, penyandang disabilitas, dan posisi umum. Formasi tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 Tahun 2017.

    Para CPNS yang diterima akan mendapat pelatihan di Mega Mendung, Bogor, pada 29-31 Januari 2018. Lalu mereka dibina secara teknis oleh eselon 1 pada 1-2 Februari 2018 sebelum ditempatkan di unit kerja masing-masing.

    Selain itu, menurut Amran, mereka akan diberi doktrin khusus supaya paham dengan tugasnya dan benar-benar mengabdi kepada masyarakat. "Mereka ke lapangan, mereka melihat langsung, mungkin tiga sampai enam bulan, setelah itu kembali ke tempat masing-masing," ujarnya.

    Nantinya, unit kerja itu terbagi dalam 64 kantor pusat dan 159 unit pelaksana teknis. Para CPNS ini akan ditempatkan di sekitar 223 unit kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.