Google Play Store Hapus 14 dari 73 Aplikasi LGBT, Termasuk Blued

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Play Store. Startapp.com

    Google Play Store. Startapp.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Google Play Store Indonesia menghentikan aplikasi Blued merespons permintaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Blued termasuk aplikasi kencan lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT, yang dinilai Kementerian bermuatan pornografi.

    Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Izza mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat permintaan agar aplikasi tersebut diblokir. Menurutnya, pemerintah hanya bisa menutup situs. Sebab, kata dia, untuk menghentikan aplikasi diperlukan persetujuan dari penyedia aplikasi, seperti Google Play Store.

    Baca juga: Berkonten Pornografi, Kominfo Hapus Aplikasi Ini

    Dari 73 aplikasi yang diminta dihentikan, 14 di antaranya telah dihentikan, termasuk Blued. Noor tak menjelaskan secara terperinci aplikasi apa saja yang telah ditutup.

    Menurut Noor, Blued ditutup dua hari setelah permintaan disampaikan karena terbukti bahwa terdapat konten pornografi.

    "Lebih ke arah konten pornografi, asusilanya. Memang tidak banyak kontennya, tapi kita screenshot dan Google mempertimbangkan," ujarnya dalam jumpa pers di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

    Ketika ditelusuri di Play Store pada Senin malam, aplikasi Blued sudah tidak tersedia. "Maaf! Konten ini tidak tersedia di negara Anda," demikian tertulis saat Tempo mencoba membuka aplikasi Blued.

    Noor mengatakan Kementerian juga akan berupaya menutup akses Blued bagi para pengguna iOS. "Kita usahakan iOS juga," ucapnya.

    Sebelumnya, pemerintah berencana menutup aplikasi serupa, seperti Grindr dan BoyAhoy. Noor menuturkan pihaknya masih terus melakukan penelusuran untuk menemukan bukti bahwa aplikasi kencan untuk LGBT itu memuat konten pornografi. "Kita berharap aplikasi lainnya bisa di-take down oleh Google," tuturnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.