Tiga BUMN Berencana Terbitkan Obligasi Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri ke kanan: Dirut PT Telkom Alex Sinaga, Deputi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Hambra, Sekretaris Menteri BUMN Imam A. Putro saat konferensi pers peluncuran Kartu BUMN di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Kamis, 13 April 2017. TEMPO/Diko Oktara

    Dari kiri ke kanan: Dirut PT Telkom Alex Sinaga, Deputi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Hambra, Sekretaris Menteri BUMN Imam A. Putro saat konferensi pers peluncuran Kartu BUMN di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Kamis, 13 April 2017. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Hari Sampurno menyampaikan ada tiga perusahaan pelat merah yang bakal menerbitkan obligasi pada tahun ini.

    "Ada PTBA (Bukit Asam), Barata, dan Pindad. Sementara itu," kata Fajar di kompleks parlemen, Jakarta pada Senin, 29 Januari 2018.

    Simak: Sejumlah BUMN Siap Terbitkan Obligasi Infrastruktur

    Fajar mengatakan, nilai total obligasi yang bakal diterbitkan ketiga perusahaan BUMN tersebut berkisar Rp 4-5 triliun. Namun, dia berujar belum mengetahui jenis serta kapan obligasi tersebut bakal dirilis.

    "Bisa bentuknya MTN, bisa bond, mungkin Rp 4-5 triliun, enggak besar," ujarnya.

    Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (Persero) Tbk Arviyan Arifin mengatakan akan mencari alternatif pendanaan lain jika ekuitas perseroan tak mencukupi. Ihwal skema pendanaannya, Arviyan berujar perusahaan masih mengkaji hal tersebut. Di sisi lain, dia mengaku saat ini neraca keuangan perusahaan masih cukup.

    "Pasti fund rising, kebutuhannya masih dikaji. Kita punya cash yang cukup banyak, Rp 5-6 triliun. Kami masih kaji apakah skemanya global bond," kata Arviyan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.