WEGE Targetkan Kontrak Proyek Tumbuh 28 Persen di 2018

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Menteri PU PR Basuki Hadimoeljono,  Gubernur DKI Jakarta Ahok, Presiden Jokowi dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo meninjaua proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, 23 Februari 2017.  Jalan yang bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut mulai bisa dioperasikan Agustus 2017. TEMPO/Subekti

    Dari kiri: Menteri PU PR Basuki Hadimoeljono, Gubernur DKI Jakarta Ahok, Presiden Jokowi dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo meninjaua proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, 23 Februari 2017. Jalan yang bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut mulai bisa dioperasikan Agustus 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak proyek dihadapi sebesar Rp 28,4 triliun atau naik 28,4 persen dari target tahun 2017. Total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru sebesar Rp 7,83 triliun dan lanjutan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp 8,76 triliun.

    "Komposisi perolehan kontrak baru tahun 2018 direncanakan berasal dari pemerintah sebesar 30 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40 persen," kata Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Januari 2018.

    Simak: Tahun Politik, Wika Beton Yakin Laba Naik 20 Persen

    Nariman mengatakan komposisi tersebut menunjukkan independensi perseroan lantaran porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar proyek-proyek yang berasal dari induk perusahaan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dia juga menyebut komposisi itu menunjukkan WEGE memiliki pasar yang jelas.

    WEGE menargetkan penjualan tahun 2018 sebesar Rp 5,19 triliun atau naik 28,8 persen dari target 2017 sebesar Rp 4,03 triliun. Nariman mengatakan target ini mencakup penjualan kerja sama operasi (KSO). Adapun target laba bersih perseroan yakni sebesar Rp 394,5 miliar atau naik 38 persen dari tahun 2017 sebesar Rp 285,8 miliar.

    "Untuk pengembangan bisnis di tahun 2018, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp 667 miliar," kata Nariman.

    Hingga Desember 2017, WEGE mencatatkan laba bersih lebih dari Rp 290 miliar atau naik 103 persen dari realisasi laba bersih tahun 2016. Posisi arus kas hingga akhir tahun 2017 pun diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 600 miliar.

    Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini telah membukukan kontrak dihadapi (order book) sebesar Rp 12,92 triliun sepanjang 2017. Adapun penjualan non-KSO perusahaan mencapai Rp 3,9 triliun atau naik 102 persen dari tahun 2016.

    WEGE juga baru saja memperoleh tiga proyek pembangunan dengan total kontrak senilai Rp 422,1 miliar di awal tahun ini. Ketiga proyek tersebut yakni pembangunan perluasan gedung terminal penumpang Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Transmart Majapahit Semarang dan Transmart Pekalongan, Jawa Tengah.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.