Gerai Akan Ditutup, Clarks Berikan Diskon Hingga 70 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toko Clarks. lanescarlisle.co.uk

    Toko Clarks. lanescarlisle.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu retail yang menjual sepatu bermerk Clarks dikabarkan akan menutup beberapa gerainya di sejumlah wilayah di Jakarta. Kabar tersebut dibarengi dengan adanya promosi diskon mulai dari 20 persen hingga 70 persen di beberapa gerai yang akan ditutup tersebut.

    Dikonfirmasi soal hal ini, salah satu petugas call center PT yang dihubungi Tempo membenarkan hal tersebut. “Iya betul, closing di beberapa gerai dan diskonnya di semua gerai sama,” ujarnya yang enggan disebutkan namanya ketika dihubungi Tempo, Senin, 29 Januari 2018.

    Baca juga: Clarks Pamit, Ini Reaksi Netizen

    Dalam poster beredar Clarks memberikan diskon bagi seluruh produknya dari rentang 20 persen hingga 70 persen. Jumlah diskon akan bertambah jika pembeli membayar menggunakan kartu kredit maupun kartu debit.

    Jika pembeli menggunakan kartu debit atau kredit, Clarks akan memberikan diskon tambahan 10 persen untuk pembelian satu item. Adapun untuk pembelian dua item diberikan diskon tambahan sebesar 15 persen plus mendapatkan bonus flashdisk, notes maupun peralatan untuk membersihkan sepatu.

    Sedangkan untuk pembelian tiga item dengan kartu kredit atau debit, pihak Clarks akan memberikan tambahan diskon 20 persen plus berkesempatan mendapat travel bag atau canvas bag.

    Baca: Holland Bakery Diskon 40 Persen, Pembeli Borong Aneka Kue 

    Meskipun demikian, menurut petugas tersebut masih ada tujuh gerai Clarks yang dipertahankan. Beberapa diantaranya seperti di gerai Puri Indah Mal, Grand Indonesia, Senayan City dan Aeon Mal dan Mal Kelapa Gading. Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi terkait alasan penutupan beberapa gerai Clarks tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.