Mulai 30 Januari 2018, Gerbang Tol Pasteur Arah Jakarta Direlokasi ke Simpang Susun Baros

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan hingga 12 kilometer di pintu keluar gerbang tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, 18 Agustus 2014. Kota yang sering menjadi tujuan wisata warga pada akhir pekan berada di peringkat ketiga kemacetan dengan laju kendaraan 14,3 Km/Jam. TEMPO/Prima Mulia

    Antrean kendaraan hingga 12 kilometer di pintu keluar gerbang tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, 18 Agustus 2014. Kota yang sering menjadi tujuan wisata warga pada akhir pekan berada di peringkat ketiga kemacetan dengan laju kendaraan 14,3 Km/Jam. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – Dalam rangka peningkatan pelayanan sekaligus mengantisipasi antrean kendaraan di Gerbang Tol (GT) Pasteur, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Purbaleunyi akan melakukan relokasi gerbang tol. Relokasi terasebut akan dilakukan pada GT Pasteur arah Jakarta ke Simpang Susun Baros.

    General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Reza Febriano mengatakan atas relokasi tersebut, transaksi di GT Pasteur arah Jakarta akan dimajukan sejauh 3,75 kilometer dari lokasi semula. “Sedangkan antinya akan diberi nama Gerbang Tol (GT) Pasteur 1,” kata Reza seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Senin, 29 Januari 2018.

    Baca: Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Ditargetkan Beroperasi pada 2020

    GT Pasteur 1 akan resmi dipergunakan pada Selasa, 30 Januari 2018 pada pukul 00.00 WIB. Gerbang tol ini akan menjadi gerbang masuk khusus bagi pengguna jalan tol dari Bandung yang akan menuju Cileunyi dan Jakarta. Sedangkan bagi pengguna jalan tol yang akan menuju Bandung tetap masuk melalui gerbang tol semula atau GT Pasteur.

    Reza beralasan bahwa relokasi dilakukan sebab jarak GT Pasteur dianggap terlalu dekat dengan perempatan Pasteur-Sarijadi. Akibatnya, antrean mengular dari kendaraan menjadi sering terjadi di depan gerbang tol masuk.

    “Relokasi dimaksudkan untuk mengatasi masalah kemacetan di perempatan Pasteur. Karena jarak yang terlalu pendek, kami menggeser GT Pasteur dari yang semula di Km 1+000, kini menjadi Km 4+750 arah Simpang Susun Baros,” jelas Reza.

    Menurut Reza, selain dilakukan untuk mengantisipasi antrean kendaraan, relokasi juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jumlah gerbang tol dari lima menjadi tujuh gardu. Selain merelokasi GT Pasteur, Jasa Marga Cabang Purbaleunyi juga melakukan pelebaran jalan menuju gerbang keluar Tol Baros 1.

    Pelebaran jalan tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menambah akses keluar Ruas Tol Baros yang semula empat gardu menjadi enam gardu, sedangkan untuk akses masuk yang semula dua gardu menjadi tiga gardu di gerbang tol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.