IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Apa Saja Faktor Pemicunya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini menguat. Ia memprediksi IHSG akan berada pada level support 6.632-6.648 dan resisten 6.683-6.696.

    Bahkan pergerakan IHSG, menurut Reza, akan kembali mampu melampaui target resistennya pada level 6.627-6.635. "Pergerakan IHSG yang melampaui target resisten tersebut didukung adanya kenaikan volume beli, sehingga mampu mematahkan peluang penurunan," ucapnya, Senin, 29 Januari 2018. 

    Baca: Bergerak Positif Sepanjang Hari, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

    Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat, 26 Januari 2018, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 45,29 poin atau 0,69 persen. Kenaikan tersebut berada di atas pelemahan sebelumnya yang turun 0,16 poin atau 0,002 persen.

    Kenaikan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, menurut Reza, mendapat stimulus dari penguatan laju pasar bursa saham di Amerika. "Pelaku pasar kembali cenderung melakukan aksi beli dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya, sehingga berimbas pada penguatan sejumlah harga saham," ujarnya. 

    Senada dengan Reza, Vice President Research Department Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG pada perdagangan awal pekan ini akan melaju di zona hijau. Ia memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 6.538-6.703.

    Menurut William, potensi penguatan IHSG ditunjang oleh minat investor dalam melihat daya tarik investasi di pasar modal Indonesia. Sebab, kondisi fundamental perekonomian Indonesia dianggap masih cukup kuat. "IHSG masih terlihat terus mengambil ancang-ancang untuk dapat mencetak kembali rekor tertinggi. Karena itu, hari ini IHSG berpotensi melaju di zona hijau," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.