Bank Mantap Optimistis Salurkan Kredit Rp 18 Triliun

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran logo baru PT Bank Mandiri Taspen di kawasan Park and Ride 10, Jalan MH Thamrin, Jakarta, 28 Januari 2018. Logo baru dikeluarkan usai saham PT Pos Indonesia diakusisi oleh PT Taspen. TEMPO/Dias Prasongko

    Peluncuran logo baru PT Bank Mandiri Taspen di kawasan Park and Ride 10, Jalan MH Thamrin, Jakarta, 28 Januari 2018. Logo baru dikeluarkan usai saham PT Pos Indonesia diakusisi oleh PT Taspen. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Denpasar -PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) optimistis dapat menyalurkan kredit hingga Rp18 triliun pada tahun 2018 karena didukung ekonomi daerah yang diperkirakan tumbuh positif. Direktur Utama Bank Mantap Josephus Triprakoso menjelaskan sasaran realisasi kredit tahun ini masih sesuai dengan inti bisnis bank itu yakni kalangan pensiunan.

    Menurut pria yang akrab disapa Jos itu, target tahun ini melampaui target tahun sebelumnya yang mencapai kisaran Rp 6-8 triliun. Dia menjelaskan untuk realisasi sektor pensiunan sendiri tahun ini diharapkan sebagai penyumbang utama yang ditargetkan mencapai pada kisaran Rp 14-16 triliun.

    Sedangkan target nasabah yang diharapkan mendukung realisasi penyaluran kredit ditargetkan mencapai 100 ribu pensiunan. "Dengan tingginya target realisasi kredit, maka kredit bermasalah biasanya juga diprediksi meningkat," kata Jos di Denpasar, Minggu, 28 Januari 2018.

    Baca: Berganti Pemilik, Bank Mantap Ubah Logo Perusahaan

    Namun Bank Mantap, kata dia, telah melakukan antisipasi agar mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau "nonperforming loan" (NPL) tetap terjaga di level rendah.

    Hingga akhir tahun 2017 rasio NPL bank yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali itu berada pada angka 0,65 persen dan tahun ini akan dijaga maksimal pada kisaran 0,7-0,8 persen. Untuk menjaga NPL, pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian sebelum pencairan kredit termasuk memanfaatkan teknologi.

    Bank Mantap, lanjut dia, memanfaatkan nomor induk kependudukan pada KTP elektronik untuk memvalidasi data calon debitur sebelum kredit dicairkan. Dengan demikian, pihaknya dapat memastikan kebenaran data calon debitur sebelum kredit disalurkan.

    Selain menargetkan peningkatan penyaluran kredit, pihaknya juga menargetkan peningkatan dana pihak ketiga atau DPK sebesar Rp 18-19 triliun tahun ini melalui peningkatan dan masyarakat khususnya tabungan pensiunan.

    Bank Indonesia memprediksi ekonomi di Bali tahun ini tumbuh kisaran 6-6,4 persen atau melonjak dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 5,7-6,1 persen yang didorong konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah serta ekspor.

    Selain itu industri pengolahan, transportasi, akomodasi makan dan minum, perdagangan dan komunikasi. Pelaksanaan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018 yang rencananya dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara juga diperkirakan mendongkrak kinerja ekonomi daerah.

    Baca berita lainnya tentang Bank Mantap di Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.