Bergerak Positif Sepanjang Hari, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pialang saham mengamati monitor IHSG, di Jakarta, Selasa (22/12). IHSG ditutup menguat 36,248 poin (1,49%) ke level 2.467,637. TEMPO/Dinul MUbarok

    Seorang pialang saham mengamati monitor IHSG, di Jakarta, Selasa (22/12). IHSG ditutup menguat 36,248 poin (1,49%) ke level 2.467,637. TEMPO/Dinul MUbarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mengalami pelemahan selama dua hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 26 Januari 2018, berhasil mendapatkan kekuatannya kembali, sekaligus menyentuh level tertingginya sepanjang masa, yakni 6.660,62.

    IHSG ditutup menguat 0,68 persen atau 45,29 poin di level 6.660,62 setelah dibuka dengan kenaikan 0,01 persen atau 0,80 poin di level 6.616,13.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran level 6.615,87–6.677,37. Dari 571 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 208 saham menguat, 146 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

    Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, didorong sektor infrastruktur yang menguat 2,55 persen, disusul sektor industri dasar dengan penguatan 1,36 persen.

    Baca juga: IHSG Sesi I Bergerak Positif dengan Menguat 0,42 Persen

    Adapun empat sektor lainnnya melemah, didorong sektor aneka industri yang turun 0,76 persen dan sektor tambang yang melemah 0,19 persen.

    Saham-saham pendorong IHSG:

    TLKM +4,53 persen

    BBRI +1,86 persen

    HMSP +0,97 persen

    SMGR +4,50 persen

    Saham-saham penekan IHSG:

    ASII -2,01 persen

    TPIA -2,32 persen

    UNTR -1,44 persen

    RMBA -15,73 persen

    Siang tadi di perdagangan sesi I, IHSG juga menguat 0,42 persen atau 27,95 poin ke level 6.643,28 dengan dorongan utama dari sektor infrastruktur dan finansial.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.