Ritel Toys "R" Us Akan Tutup 180 Toko di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pameran Indonesia International Toys and Kids Expo di JiExpo Kemayoran Jakarta, 23 Agustus 2017. Pameran berskala internasional tersebut diadakan selama tiga hari dengan diikuti oleh 200 perusahaan dari Tiongkok. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana pameran Indonesia International Toys and Kids Expo di JiExpo Kemayoran Jakarta, 23 Agustus 2017. Pameran berskala internasional tersebut diadakan selama tiga hari dengan diikuti oleh 200 perusahaan dari Tiongkok. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ritel mainan Toys “R” Us berencana untuk menutup 180 toko tersebut di seluruh wilayah Amerika Serikat. Hal itu dikarenakan toko mainan tersebut ingin melakukan restrukturisasi akibat kebangkrutan yang sedang dialami.

    “Menciptakan kembali merek kami mengharuskan kami membuat keputusan sulit mengenai prioritas dan fokus kami,” kata Ketua dan CEO Toys “R” Us, David Brandon, Selasa, 23 Januari, 2018.

    Simak: Sektor Ritel Ambruk, 1.200 Pegawai Dipecat

    Menurut dia, tindakan penutupan ini akan memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk bangkit dari proses kebangkrutan demi menjadi perusahaan yang layak dan kompetitif. Saat ini Toys “R” Us memiliki sekitar 880 toko di Amerika Serikat.

    Namun, dalam pernyataan terpisah sebanyak 83 toko di Kanada tidak akan terpengaruh oleh keputusan tersebut. Perusahaan tersebut akan fokus pada peningkatan pengalaman berbelanja di took dan belanja online sambil meningkatkan pemasaran mobile dan digital.

    Adapun proses penutupan toko ritel, kata David, akan dimulai pada awal Februari dengan sebagian besar lokasi ditutup pada pertengahan April. Untuk diketahui, Toys “R” Us mengalami kebangkrutan pada ulan September setelah mengungkapkan bahwa perusahaan terbebani hutang sebesar US$ 5 miliar.

    KARTIKA ANGGRAENI | THE STREET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.