BI Maluku Utara Musnahkan Rp 600 M Uang Tak Layak Edar

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Bank Indonesia menghitung dan memeriksa uang Rupiah tidak layak edar dari berbagai pecahan yang ditukarkan oleh masyarakat di loket Gedung C Bank Indonesia, Jakarta, 26 Juli 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas Bank Indonesia menghitung dan memeriksa uang Rupiah tidak layak edar dari berbagai pecahan yang ditukarkan oleh masyarakat di loket Gedung C Bank Indonesia, Jakarta, 26 Juli 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara pada 2017 memusnahkan uang lusuh dan tidak layak edar senilai Rp 600 miliar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya.

    "Memang ada peningkatan karena tahun lalu hanya berkisar Rp 550 miliar atau meningkat sebesar Rp 50 miliar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Dwi Waluyanto di Ternate, Kamis, 25 Januari 2018.

    Baca juga: BI Catat Rp 311,1 T Uang Terkirim ke Seluruh Indonesia di 2017

    "Kalau soal jumlah uang yang beredar di Maluku Utara, dari tahun ke tahun terus meningkat 10-15 persen, apalagi ditambah uang elektronik dan pembayaran yang tidak lagi menggunakan uang tunai, yang menandakan perekonomian di Maluku Utara perlahan tapi pasti meningkat."

    Namun, tutur Dwi, pemusnahan uang tidak layak edar pada 2017 itu tidak termasuk uang logam. Uang-uang logam tidak layak edar itu dikumpulkan kemudian dikirim ke Jakarta untuk diolah lagi menjadi uang logam yang baru.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.