BI: Kemungkinan Penurunan Suku Bunga Acuan Tipis Sekali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) bersama Gubernur Bank Negara Malaysia Muhammad bin Ibrahim (kanan) dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob (kiri) saat peluncuran Local Currency Settlement (LCS) Framework  di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017). LCS Framework untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah, ringgit dan baht dalam transaksi perdagangan dan investasi antara ketiga negara. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) bersama Gubernur Bank Negara Malaysia Muhammad bin Ibrahim (kanan) dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob (kiri) saat peluncuran Local Currency Settlement (LCS) Framework di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017). LCS Framework untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah, ringgit dan baht dalam transaksi perdagangan dan investasi antara ketiga negara. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan kemungkinan suku bunga acuan 7-Days Reserve Repo Rate untuk turun tahun ini tipis sekali. BI mewaspadai sejumlah dinamika yang terjadi, baik di dalam maupun luar negeri.

    Dari sisi eksternal, BI mewaspadai keputusan bank sentral Amerika untuk menaikkan Fed Fund Rate (FFR). Setelah meningkat empat kali sepanjang tahun lalu, FFR diproyeksikan kembali naik 2-3 kali lagi tahun ini. Adapun di dalam negeri, BI berfokus pada pengelolaan inflasi setelah melihat tekanan inflasi akhir tahun lalu.

    Meski ruang penyesuaian suku bunga tak lagi besar, Agus menuturkan BI masih punya alternatif. "BI masih bisa merespons dalam bentuk kebijakan moneter atau kebijakan makroprudensial," katanya di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Rabu, 24 Januari 2018. Salah satunya dengan mempercepat giro wajib minimum averaging.

    Simak: Jaga Stabilitas Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga Acuan

    BI juga menyusun rasio intermediasi makroprudensial dan rasio penyangga likuiditas makroprudensial. Agus menuturkan kebijakan ini akan membuat likuiditas perbankan lebih baik dan menciptakan pasar keuangan yang lebih dalam.

    Suku bunga acuan 7-Days Reserve Repo Rate turun dua kali pada 2017, tepatnya pada Agustus dan September. Penurunan suku bunga masing-masing 25 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen.

    Awal Januari lalu, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan 4,25 persen. Suku bunga deposit facility pun dipertahankan 3,50 persen dan lending facility 5 persen. Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 Januari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.