Program Satu Harga Gas Rumah Tangga Akan Dimulai Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat jalur jaringan gas rumah tangga Perusahaan Gas Negara (PGN) di Wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016. ANTARA FOTO

    Pekerja membuat jalur jaringan gas rumah tangga Perusahaan Gas Negara (PGN) di Wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) berharap harga jaringan gas rumah tangga kecil bisa menjadi satu harga secara nasional. Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajugio mengatakan satu harga secara nasional tersebut diharapkan bisa tercapai pada tahun 2018.

    "Kami harap untuk harga jaringan gas rumah tangga kecil bisa dalam rentang Rp 4.000 sampai Rp 5.000 an," ujar Jogie di Kantor BPH Migas, Jakarta pada Rabu 24 Januari 2018.

    Simak: Pemerintah Bahas Opsi Turunnya Harga Gas

    Hal itu disampaikan oleh Jogie usai BPH Migas mengelar public hearing terkait rencana evaluasi harga gas rumah tangga pada 6 wilayah di Indonesia. Adapun 6 daerah tersebut yakni, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Pali, Kabupaten Mojokerto, Kota Lampung, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kota Samarinda. 

    Jugi mengatakan public hearing ini dilakukan untuk sebagai upaya keterbukaan terkait harga bagi seluruh stake holder baik perusahaan BUMN senagai operator seperti PT Pertagas Niaga dan PT PGN, Pemerintah Daerah termasuk pelanggan atau masyarakat.

    "Sesuai peraturan dalam melakukan evaluasi harga BPH wajib mempertimbangkan kepentingan badan usaha, pengembangan jaringan gas pemerintah dan daya beli masyarakat. Muaranya, jangan memberatkan masyarakat," ujarnya.

    Evaluasi harga gas rumah tangga tersebut dibagi menjadi dua yakni untuk rumah tangga 1 (rumah tangga kecil) dan rumah tangga 2 (rumah tangga menengah). Untuk wilayah Musi Banyuasin dan Lampung jaringan pipa gas rumah tangga dikelola oleh PGN, sedangkan sisanya dikelola oleh Pertagas.

    Adapun evaluasi harga keenam wilayah tersebut adalah Muara Enim untuk golongan rumah tangga 1 Rp 5.760 per meter kibik (m3) dan rumah tangga 2 Rp 8.640 per m3. Untuk Pali golongan rumah‎ tangga 1 Rp 5.010 per m3, golongan rumah tangga 2 Rp. 9.519 per m3.

    Lampung dengan harga rumah tangga 1 Rp 5.048 per m3, rumah tangga 2 Rp 7.067 per m3. Kemudian Mojokerto untuk rumah tangga 1 Rp 4.350 per m3, rumah tangga 2 Rp 8.987 per m3, dan Samarinda untuk golongan rumah tangga 1 Rp 5.010 per m3 dan rumah tangga 2 Rp 9.519 per m3.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.