Kereta Argo Parahyangan Anjlok di Stasiun Bandung

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kereta anjlok. Dok. TEMPO/DianTriyuli Handoko

    Ilustrasi kereta anjlok. Dok. TEMPO/DianTriyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Kereta Argo Parahyangan dari Jakarta anjlok saat hendak memasuki peron Stasiun Bandung hari ini, Rabu, 24 Januari 2018. "Kejadian pas jadwal masuk stasiun pukul 08.39 WIB, saat penyempurnaan proses berhenti 30 meter dari peron," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung Joni Martinus, di Stasiun Bandung, Rabu.

    Kereta Argo Parahyangan tersebut berangkat dari Jakarta pukul 05.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Bandung pukul 08.39 WIB. Menjelang memasuki peron Stasiun Bandung, gerbong nomor 2, 3, dan 4, yang terletak di bagian belakang kereta, yang menarik 10 gerbong penumpang tersebut, anjlok.

    Salah satu ban besi dari tiga gerbong itu tiba-tiba keluar rel. "Anjlok terjadi saat posisi kereta berjalan pelan sedang proses berhenti," kata Joni.

    Baca: Filipina Beli Kereta Diesel Buatan INKA Senilai Rp 127,3 M 

    Tiga gerbong tersebut miring, nyaris terguling. Penumpang yang berada di dalam gerbong itu keluar melalui gerbong sisanya. "Tidak ada korban," ujarnya.

    Joni mengatakan kereta Argo Parahyangan itu tengah mengangkut 475 penumpang dari Jakarta. "Okupansinya 83 persen."

    Dia mengklaim tidak ada keterlambatan kereta akibat peristiwa anjlok tersebut. "Jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta tidak terganggu karena kereta yang anjlok sudah masuk wilayah stasiun. Hanya jalur enam yang terganggu karena menjadi lokasi anjlok," kata Joni.

    Joni menyebut saat ini masih dilakukan proses evakuasi terhadap kereta yang anjlok tersebut. Crane disiapkan untuk membantu proses evakuasi itu. Sedangkan gerbong yang miring akibat akan didirikan dengan dongkrak hidrolik.

    Menurut Joni, penyebab anjlok tersebut masih diselidiki. "Anjloknya kereta banyak faktor penyebabnya. Bisa sarana, yaitu gerbong atau loko, bisa prasarana, seperti rel, jembatan, terowongan, atau persinyalan, mungkin juga dari SDM. Semua harus melalui proses pemeriksaan," kata karyawan PT Kereta Api Indonesia Daop II Bandung tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara