Proyek Jalan Tol Serpong Cinere Ditargetkan Rampung 2019

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga memprotes pembangunan jalan tol Serpong- Cinere yang melewati Situ Sasak, Senin 8 Januri 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Puluhan warga memprotes pembangunan jalan tol Serpong- Cinere yang melewati Situ Sasak, Senin 8 Januri 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Cinere Serpong Jaya, investor jalan tol Serpong—Cinere, mengungkapkan bahwa progres pembangunan konstruksi proyek jalan bebas hambatan miliknya tersebut hingga pertengahan Januari baru mencapai 8,6 persen. Namun Direktur Utama PT Cinere Serpong Jaya Silvester Aryan Widodo optimistis pembangunan fisik dan pengoperasian jalan tol sepanjang 10,14 kilometer itu dapat dirampungkan sesuai dengan target yakni pada 2019.

    "Progres fisik sudah 8,60 persen dan progres pengadaan lahan sudah mencapai 61 persen," ujarnya melalui siaran pers, Selasa, 23 Januari 2018.

    Menurut Silvester, untuk mencapai target tersebut, perusahaan melakukan sejumlah upaya percepatan, salah satunya adalah dengan mengebut proses pembebasan lahan. Percepatan pembebasan lahan dilakukan perseroan dengan terlebih dahulu mendanai dari dana sendiri. Adapun, pembebasan lahan telah dimulai sejak tahun 2016.

    "Selain itu, kami bersama pejabat pembuat komitmen pengadaan tanah dan Badan Pertanahan Nasional melakukan komunikasi kepada masyarakat dan pemilik tanah di sekitar lokasi pembangunan proyek jalan tol dan penitipan lahan yang tidak ada pemiliknya ke Pengadilan Negeri Tangerang," tutur Silvester.

    Pembangunan jalan tol yang dimulai sejak 2008 ini sempat terkendala. Kemudian mulai dibangun kembali pada September 2017, setelah PT Jasa Marga Tbk. bersama dengan PT Waskita Toll Road dan PT Jakarta Propertindo mengambil alih saham milik pemegang konsesi sebelumnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.