Tanggapi Shutdown AS, Menteri Darmin: Itu Cuma Main-Main Politik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai Shutdown atau penghentian sementara operasional pemerintahan di Amerika Serikat tak perlu serius diperhatikan. "Itukan main-main politik, tak usah terlalu serius," ujar Darmin ke kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.

    Menurut Darmin Shutdown pemerintahan Amerika Serikat cuma permainan politik. Dia mengatakan hal itu nantinya juga akan selesai. "Nanti juga itu selesai sendiri," katanya.

    Simak: Bappenas: Shutdown Amerika Tak Berpengaruh dalam Jangka Pendek

    Shutdown atau penghentian sementara operasional pemerintahan di Amerika Serikat terjadi pada Jumat tengah malam, 19 Januari 2018. Shutdown tersebut diprediksi berlangsung dari minggu ke empat Januari hingga minggu kedua Februari 2018.

    Shutdown merupakan konsekuensi dari adanya ketidaksepakatan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kongres dalam penyusunan anggaran negara khususnya terkait pembiayaan. Adapun departemen yang akan terkena efek penutupan sementara antara lain adalah Departemen Perdagangan, NASA, Departemen Ketenagakerjaan, Departemen Perumahan dan Departemen Energi.

    Peneliti Ekonomi Institute for development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai Shutdown Amerika Serikat dapat mempengaruhi perdagangan Indonesia. "Secara spesifik jika shutdown berlangsung cukup lama, kinerja perdagangan Indonesia ke AS berpotensi terganggu," ucap Bhima dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jakarta, Sabtu, 20 Januari 2018.

    Bhima juga menuturkan terjadinya shutdown ini berpotensi membuat kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2018 menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 porsi ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 11,2 persen dari total ekspor atau senilai US$ 17,1 miliar. "Pemerintah harus memperluas pasar ekspor ke negara alternatif sehingga ketergantungan terhadap Amerika Serikat berkurang," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).