Melonjak 2,07 Persen, IHSG Punya Rekor Baru di Level 6.600

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Sekuritas mengamati pergerakan saham perusahaan di Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat bahkan menjadi kenaikan tertinggi di Asia pada hari ini. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Pegawai Sekuritas mengamati pergerakan saham perusahaan di Jakarta, 20 Oktober 2014. IHSG ditutup menguat bahkan menjadi kenaikan tertinggi di Asia pada hari ini. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencatatkan rekor tertinggi baru di hari keenam berturut-turut. Bahkan pada akhir perdagangan hari ini, Selasa, 23 Januari 2018, IHSG mampu menembus level 6.600.

    IHSG ditutup melonjak 2,07 persen atau 134,80 poin di level 6.635,33, rekor level tertinggi sepanjang masa, setelah dibuka dengan kenaikan 0,58 persen atau 37,48 poin di level 6.538,01.

    Setelah menyentuh level 6.500 untuk pertama kalinya pada perdagangan kemarin, Senin, 22 Januari 2018, di level 6.500,53, IHSG terus melesat dan langsung menyentuh level 6.600 hari ini.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran level 6.537,08–6.634,33. Dari 571 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 198 saham menguat, 157 saham melemah, dan 216 saham stagnan.

    Baca juga: Tanda-tanda IHSG Akan Mulai Terkoreksi

    Kesembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor konsumer yang menguat 3,43 persen, disusul sektor aneka industri yang naik 2,87 persen, dan sektor finansial yang menguat 2,31 persen.

    Saham-saham pendorong IHSG:

    HMSP +6,80 persen

    BBRI +7,40 persen

    ASII +3,33 persen

    UNVR +2,02 persen

    Saham-saham penekan IHSG:

    TLKM -0,97 persen

    JRPT -7,51 persen

    JPFA -4,11 persen

    SMGR -0,93 persen

    Pada akhir perdagangan sesi I siang tadi, IHSG menguat 1 persen atau 65,16 poin ke level 6.565,68 dengan dorongan utama dari sektor tambang, aneka industri, dan finansial.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.