Gempa Guncang Jakarta, Analis: Perdagangan Saham Normal

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan beraktivitas saat pembukaan perdagangan saham 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Januari 2018. ANTARA FOTO

    Karyawan beraktivitas saat pembukaan perdagangan saham 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Januari 2018. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan gempa yang mengguncang Jakarta, Banten, dan sekitarnya tidak mempengaruhi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Ia menuturkan sampai saat ini perdagangan masih berjalan terus.

    “Masih normal dan bursa masih tetap melakukan jual-beli dan tawar-menawar seperti biasa,” kata Lucky saat dihubungi Tempo, Selasa, 23 Januari 2018. Lucky menilai gempa tersebut termasuk kategori temporer dan belum memberikan dampak signifikan.

    Baca: Gempa Jakarta, Karyawan Kementerian BUMN Berhamburan Keluar Gedung

    Gempa bumi terasa di Jakarta dan sekitarnya, Selasa, 23 Januari, pukul 13.34 WIB. Menurut situs BMKG, gempa berkekuatan 6,4 SR, berpusat di Lebak, Banten, dengan kedalaman 10 km. Menurut BMKG, gempa tidak berpotensi tsunami.

    Saat gempa terjadi, Lucky menuturkan dia sedang berada di luar lobi Bursa Efek Indonesia. “Pas gempa, enggak panik tapi lebih ke waspada,” ujarnya.

    Ia mengatakan saat gempa terjadi tak semua penghuni gedung langsung keluar. “Enggak semua, kan tadi kita lihat durasi gempanya juga relatif singkat dan tidak seluruh penghuni gedung sedang ada di luar,” ucapnya.

    Ia menilai keluarnya sebagian penghuni gedung bukan karena panik, melainkan hanya sikap waspada terhadap gempa. “Kemarin selasar ambruk jadi sekarang lebih waspada saja,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.