Tanda-Tanda IHSG Akan Mulai Terkoreksi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan ada indikasi adanya jenuh beli atau overbought terhadap perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut Nafan, hal itu bisa dilihat dari dua indikator yakni Stochastic dan RSI.

    "Bahkan Stockhastic kalau saya perhatikan sudah membentuk pola dead cross," kata Nafan ketika dihubungi Tempo, Selasa, 23 Januari 2018. 

    Pola tersebut secara umum memberikan sinyal bahwa ada kemungkinan atau indikasi bahwa harga IHSG akan mengalami koreksi negatif.

    Selama dua pekan terkahir ini IHSG mampu mencetak rekor hingga mencapai 6500. Meski demikian, koreksi sehat yang terjadi sangat fluktuatif dan bahkan cenderung mendekati negatif atau mulai terlihat melemah.

    Simak: Aksi Beli Terus Terjadi, IHSG Meningkat

    Meskipun demikian, Nafan mencatat hingga hari ini IHSG masih bisa bertahan di jalur hijau karena banyak sekali sentimen positif yang mendukung. Secara umum, kata Nafan, dipengaruhi oleh sentimen positif dari stabilitas fundamental makro ekonomi Indonesia.

    "Apalagi kita juga mendapatkan kabar positif dari adanya kepastian komponen kredit tahun ini. Itu merupakan katalis positif yang menopang pertumbuhan IHSG hari ini," ujar dia.

    Selain itu, sentimen positif juga datang dari pasar bursa Asia yang dibuka menguat hari ini. Pasar Asia yang menguat tersebut juga merupakan imbas dari respon pelaku pasar di Asia terhadap kebijakan Senat Amerika. Dalam hal ini, Senat Amerika tidak lagi memberlakukan kebijakan government shutdown karena tentu itu memiliki implikasi terhadap perekonomian AS sendiri.

    Dilansir dari RTI, pada penutupan perdagangan I, Selasa 23 Januari 2018, harga IHSG masih tercatat positif dengan level mencapai 6565,686. Angka tersebut naik pada pembukaan pasar yang mencapai level 6538,013.

    Pada penutupan perdagangan, bursa efek mencatat ada 6,967 miliar saham yang diperjualbelikan hari ini dengan nilai transaksi Rp 5,378 triliun dalam 225.570 frekuensi transaksi. Adapun kapitalisasi pasar (market cap) IHSG tercatat sebanyak 7.317,201 triliun pada perdagangan hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.