Gempa Jakarta, Seluruh Penghuni Menara Jasindo Dievakuasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh penghuni gedung MR 21 atau yang dulu dikenal dengan Menara Jasindo di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, dievakuasi menuju titik kumpul akibat gempa berkekuatan 6,1 skala Richter yang terjadi hari ini, 23 Januari 2018, pukul 13.34 WIB. Getaran gempa dirasakan terlebih dahulu di gedung berlantai 13 itu lalu diikuti dengan guncangan keras selama beberapa saat. 

    Sebagian wartawan berlindung di bawah meja, sedangkan sebagian lain memilih keluar ruangan dan langsung menuruni gedung lewat tangga darurat. Beberapa saat setelah gempa usai, petugas keamanan menginstruksikan agar penghuni gedung melakukan evakuasi menuju titik kumpul. "Antisipasi gempa susulan," kata seorang petugas keamanan, Selasa, 23 Januari.

    Baca: Gempa Guncang Jakarta dan Sekitarnya

    Hingga saat ini pengguna gedung yang beraktivitas di gedung MR 21 masih berkumpul di titik aman. Mereka belum diperbolehkan melanjutkan aktivitas di dalam gedung. 

    Gempa yang berlokasi di 7,21 Lintang Selatan, 105,91 Bujur Timur, dan 81 kilometer arah barat daya Lebak, Banten, itu sempat membuat panik para pewarta yang sedang meliput pemaparan rencana kegiatan Hari Gizi Nasional di lantai 11 gedung tersebut.

    Kekuatan gempa terasa hingga ke Jakarta, Bogor, dan Sukabumi. Akibat guncangan gempa itu, karyawan di kawasan Jakarta berhamburan keluar dari gedung kantor mereka. Menurut situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, gempa itu berpusat di Lebak, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer. Menurut BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.