BPJS Tanggung Biaya Pengobatan Korban Konstruksi LRT Ambruk

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BPJS Ketenagakeraan. bpjsketenagakerjaan.go.id

    BPJS Ketenagakeraan. bpjsketenagakerjaan.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan menanggung biaya pengobatan para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja pada pengerjaan proyek kereta api ringan (light rapid transit/LRT) di Jakarta Timur.

    Peristiwa ambruknya konstruksi beton proyek LRT di Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta Timur, mengakibatkan lima korban luka-luka akibat tertimpa reruntuhan proyek tersebut, dan BPJS Ketenagakerjaan menyatakan siap menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh.

    Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif, mengatakan kelima korban merupakan pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Santuni Korban Gedung BEI

    “Kami jamin mereka tidak akan mengeluarkan biaya apapun atas kejadian kecelakaan kerja yang menimpanya, semua biaya pengobatan akan kami tanggung sampai sembuh,” kata Krishna melalui keterangan resmi pada Senin, 22 Januari 2018.

    Selain biaya pengobatan tanpa batas yang akan ditanggung, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan manfaat program Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB). STMB ini merupakan pengganti upah bulanan bagi korban yang tidak dapat masuk bekerja akibat kecelakaan kerja tersebut.

    Sampai pernyataan ini dikeluarkan, dua korban atas nama Akmad K dan Wahyudi masih dalam proses observasi dan harus menjalani rawat inap di RS Columbia, sedangkan tiga lainnya atas nama Rois Julianto, Abdul Mupid, dan Jamaluddin dinyatakan sudah dapat kembali ke rumah.

    “Tidak ada yang menginginkan kejadian seperti ini, namun sebelum hal terburuk terjadi, pastikan bahwa kita sebagai masyarakat pekerja sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar kita bersama keluarga dapat lebih tenang saat bekerja”, ujar Krishna.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.