Mendagri Sebut Bisnis yang Tren Saat Pilkada

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para kader partai menjual kaos bergambar wajah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang bertuliskan Jokowi 2014 usai Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, (8/9). Kaos tersebut dijual dengan harga Rp 50.000. TEMPO/Dasril Roszandi

    Para kader partai menjual kaos bergambar wajah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang bertuliskan Jokowi 2014 usai Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, (8/9). Kaos tersebut dijual dengan harga Rp 50.000. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Inflasi pun diperkirakan menurun. 

    "Harusnya dengan pilkada pertumbuhan daerah akan meningkat," kata Tjahjo di Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 22 Januari 2018. Dia mengatakan bisnis-bisnis seperti produsen kaos untuk kampanye akan tumbuh baik. Konsumsi masyarakat juga diperkirakan akan meningkat.

    Simak: Jokowi: Ekonomi Kita Tak Terpengaruh oleh Pilkada

    Tjahjo mengatakan pilkada yang digelar secara serentak juga memberikan keuntungan bagi ekonomi. Pasalnya gelaran pilkada serentak lebih tidak efisien dibandingkan pilkada yang dilakukan terpisah. "Pilkada serentak biayanya lebih besar," kata dia. 

    Tahun lalu, pelaksanaan pilkada serentak terbukti berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017. Saat itu pilkada digelaR di 101 provinsi, kabupaten, dan kota. 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dampak pilkada tercermin dalam indikator Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT). Pengeluaran itu tumbuh mencapai 8,02 persen. 

    Tahun ini, pilkada akan digelar di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Pemilihan kepala daerah akan dilakukan serentak. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.