Dibuka dengan Pelemahan, Rupiah Tak Mampu ke Zona Hijau

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang Rupiah. REUTERS/Beawiharta

    Uang Rupiah. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah berakhir melemah pada akhir perdagangan hari ini, Senin, 22 Januari 2018. Rupiah ditutup dengan pelemahan sebesar 0,26 persen atau 34 poin di Rp 13.350 per dolar AS.

    Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.324–Rp 13.358 per dolar AS.

    Sementara itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau bervariasi. Dolar Taiwan membukukan penguatan paling tajam mencapai 0,5 persen, disusul rupee India yang menguat 0,2 persen.

    Di sisi lain, won Korea Selatan terpantau melemah paling signifikan dengan depresiasi 0,39 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,27 persen.

    Baca juga: Akhir Pekan, Rupiah Menguat dan Dolar Melemah

    Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau melemah 0,1 persen atau 0,088 poin ke level 90,484 pada pukul 16.44 WIB.

    Dolar AS sempat menguat hingga level 90.698 saat investor mengambil sikap wait and see terhadap perkembangan di Washington.

    Performa dolar AS sempat tertekan oleh sentimen negatif dari government shutdown atau terhentinya sementara operasional pemerintahan federal di Amerika Serikat (AS), demikian seperti dilaporkan oleh Reuters.

    “Pelemahan (dolar) terlihat terbatas saat pasar memiliki waktu untuk mencermati government shutdown di AS. Shutdown ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama,” ujar Shin Kadota, pakar strategi senior di Barclays, Tokyo.

    Pagi tadi, nilai tukar rupiah dibuka dengan pelemahan 0,09 persen atau 12 poin di posisi Rp 13.328, setelah pada perdagangan Jumat, 19 Januari 2018, berakhir menguat 0,23 persen atau 31 poin di posisi 13.316.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.