Pelindo IV Targetkan Pelabuhan Kendari New Port Beroperasi 2019

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelabuhan peti kemas. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi pelabuhan peti kemas. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) menargetkan pembangunan Pelabuhan Kendari New Port di Pulau Bungkutoko, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, bisa rampung pada 2019.

    General Manager Pelindo IV Cabang Kendari Muhammad Irfan mengatakan, secara keseluruhan, pembangunan Pelabuhan Kendari New Port akan menghabiskan anggaran hampir Rp 1 triliun yang terdiri atas Rp 300 miliar dari PT Pelindo dan selebihnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    "Pembangunan Pelabuhan Kontainer Kendari New Port di Pulau Bungkutoko, Kota Kendari, akan mendukung ekspor langsung ke negara tujuan," ucapnya di Kendari, Jumat, 19 Januari 2018.

    Menurut dia, pembangunan Pelabuhan Kendari New Port terdiri atas tiga tahap yang setiap tahapnya dikerjakan kontraktor berbeda.

    Baca juga: Pelindo IV Alokasikan Rp 154 Miliar untuk Kendari New Port

    "Untuk pembangunan dermaga Pelabuhan Kendari New Port saat ini sudah mencapai 80-90 persen. Dermaga pelabuhan dan trestle ini akan selesai pada Februari 2018 berdasarkan kontrak kerja," ujar Irfan.

    Meskipun pekerjaan tahap pertama belum rampung 100 persen, tutur dia, pekerjaan tahap kedua, yakni reklamasi untuk terminal pelabuhan, sudah mulai dikerjakan kontraktor yang berbeda.

    "Progres penimbunan atau reklamasi untuk terminal pelabuhan sudah mencapai 10 persen. Bisa cepat tuntas karena material didatangkan dekat dari pelabuhan, yakni Moramo dan Nambo," tuturnya.

    Sedangkan tahap ketiga, yakni pembangunan perkantoran, akan dimulai tahun ini sehingga masing-masing tahapan berjalan dikerjakan pengusaha berbeda. Pelabuhan Kendari New Port ditargetkan mulai beroperasi pada 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.