Menperin Pacu Industri Perkeretaapian Nasional Bersaing di Pasar Global

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Bandara

    Kereta Api Bandara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Produk industri kereta api dalam negeri telah mampu memenuhi pesanan pasar domestik dan luar negeri, khususnya ke negara berkembang dan kawasan regional.

    “Kami terus memacu industri perkeretaapian nasional agar dapat menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” kata dia melalui keterangan tertulis, Jumat, 19 Januari 2018.

    Baca: Rolling Stock LRT Jabodebek PT INKA Ditargetkan Selesai 2019

    Airlangga menyebutkan langkah yang ditempuh pada tahun lalu adalah Kementerian Perindustrian telah mengukuhkan Asosiasi Industri Manufaktur dan Penunjang Perkeretaapian Indonesia, yaitu Indonesia Railway Component Manufacturer Association (IRCMA).

    Selain itu, terdapat Perkumpulan Industri Kecil Kereta Api (PIKKA) yang anggotanya terdiri atas berbagai industri di bidang metal, karet, plastik, lembaga riset, dan konsultan yang berjumlah sekitar 50 industri komponen perkeretaapian, dan di dalamnya termasuk PT INKA (Persero) sebagai integrator.

    “Asosiasi ini diharapkan mampu mendukung penyediaan komponen untuk kereta api produksi dalam negeri dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok berdaya saing global," ujar Airlangga.

    Menperin menyampaikan bahwa industri penunjang dan komponen dalam negeri saat ini sudah mampu memproduksi sekitar 70 persen dari total kebutuhan komponen kereta api nasional, termasuk rangka kereta api. “Kami berharap dalam dua sampai tiga tahun ke depan, industrinya mampu menyediakan sampai 80 persen dari jumlah kebutuhan di Tanah Air,” ujar dia.

    Guna memperluas pasar ekspor, kata Airlangga, Kemenperin memacu industri kereta api nasional agar terus melakukan inovasi teknologi khususnya untuk produk-produk yang berorientasi ekspor. Selain itu, industri kereta api nasional perlu menjalin kerja sama bisnis dan promosi dalam rangka meningkatkan akses pasar ke negara-negara yang memiliki potensi pasar cukup besar, terutama di kawasan Asia, seperti Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, serta negara Zambia, Nigeria, dan Mesir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).